Rabu, 29 Agustus 2018

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Janda Muda Seksi Dan Toket Gede


LASKARQQNgentot Dengan Janda Muda Seksi Dan Toket Gede - Ditinggal mati oleh isteri di umur 39 tahun bukan hal yg menyenangkan. Namaqu Ardy, berasal dari kawasan Timur Indonesia, tinggal di Surabaya. Isteriku Lia yg terpaut lima tahun dariku sudah dipanggil menghadap hadirat penciptanya. Tinggal aqu seorang diri dgn dua orang anak yg masih membutuhkan perhatian penuh.

Aqu harus menjadi ayah sekaligus ibu bagi mereka. Bukan hal yg mudah. Sejumlah kawan menyarankan untuk menikah lagi agar anak-anak memperoleh ibu baru. Anjuran yg bagus, namun aqu tak ingin anak-anak mendapat seorang ibu tiri yg tak menyaygi mereka. Karena itu aqu sangat hati-hati.

Kehadiran anak-anak jelas merupakan hiburan yg tak tergantikan. Anita kini berumur sepuluh tahun dan Marko adiknya berumur enam tahun. Anak-anak yg lucu dan pintar ini sangat mengisi kekosonganku. Namun kalau anak-anak lagi berkumpul bersama kawan-kawannya, kesepian itu senantiasa menggoda. Ketika hari sudah larut malam dan anak-anak sudah tidur, kesepian itu semakin menyiksa.

Sejalan dgn itu, nafsu birahiku yg tergolong besar itu meledak-ledak butuh penyaluran. Beberapa kawan mengajakku mencari perempuan panggilan namun aqu tak berani. Resiko terkena penyakit mengendurkan niatku. Terpaksa aqu bermasturbasi. Sesaat aqu merasa lega, namun sesudah itu keinginan untuk menggeluti tubuh seorang perempuan selalu muncul di kepalaqu karena rasa kesepian.

Tak terasa tiga bulan sudah berlalu. Perlahan-lahan aqu mulai menaruh perhatian ke perempuan-perempuan lain. Beberapa kawan kerja di kantor yg masih lajang kelihatannya membuka peluang. Namun aqu lebih suka memiliki mereka sebagai kawan.
Karena itu tak ada niat untuk membina hubungan serius. Di saat keinginan untuk menikmati tubuh seorang perempuan semakin meningkat, kesempatan itu datang dgn sendirinya. Senja itu di hari Jumat, aqu pulang kerja. Sepeda motorku santai saja kularikan di sepanjang Jalan Darmo. Maklum sudah mulai gelap dan aqu tak terburu-buru.

Di depan hotel Mirama kulihat seorang perempuan kebingungan di samping mobilnya, Suzuki Baleno. Rupanya mogok. Kendaraan-kendaraan lain melaju lewat, tak ada orang yg peduli. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, tak tahu apa yg hendak dilaqukan. Rupanya mencari bantuan. Aqu mendekat.

“Ada yg bisa aqu bantu, Mbak?” tanyaqu sopan.
Ia terkejut dan menatapku agak curiga. Aqu memahaminya. Akhir-akhir ini banyak kejahatan berkedok tawaran bantuan seperti itu.
“Tak usah taqut, Mbak”, kataqu.”Namaqu Ardy. Boleh aqu lihat mesinnya?”

Walaupun agak segan ia mengucapkan terima kasih dan membuka kap mesinnya. Ternyata hanya problema penyumbatan slang bensin. Aqu membetulkannya dan mesin dihidupkan lagi. Ia ingin membayar namun aqu menolak. Kejadian itu berlalu begitu saja.
Tak kuduga hari berikutnya aqu bertemu lagi dgnnya di Tunjungan Plaza. Aqu sedang menemani anak-anak berjalan-jalan ketika ia menyapaqu. Kuperkenalkan dia pada anak-anak. Ia tersenyum manis kepada keduanya.
“Sekali lagi terima kasih untuk bantuan kemarin sore”, katanya,”Namaqu Meywan. Maaf, kemarin tak sempat berkenalan lebih lanjut.”

“Aqu Ardy”, sahutku sopan.
Harus kuaqui, mataqu mulai mencuri-curi pandang ke seluruh tubuhnya. Perempuan itu jelas turunan Cina. Kontras dgn pakaian kantor kemarin, ia sungguh menarik dalem pakaian santainya. Ia mengenakan celana jeans biru agak ketat, dipadu dgn kaos putih berlengan pendek dan leher rendah.

Pakaiannya itu jelas menampilkan keseksian tubuhnya. Buah dadanya yg ranum berukuran kira-kira 38 menonjol dgn jujurnya, dipadu oleh pinggang yg ramping. Pinggulnya bundar indah digantungi oleh dua bongkahan bokong yg besar.
“Kok bengong”, katanya tersenyum-senyum,”Ayo minum di sana”, ajaknya.

Seperti kerbau dicocok hidungnya aqu menurut saja. Ia menggandeng kedua anakku mendahului. Keduanya tampak ceria dibelikan es krim, sesuatu yg tak pernah kulaqukan. Kami duduk di meja terdekat sembari memperhatikan orang-orang yg lewat.
“Ibunya anak-anak nggak ikut?” tanyanya.

Aqu tak menjawab. Aqu melirik ke kedua anakku, Anita dan Marko. Anita menunduk menghindari air mata.
“Ibu sudah di surga, Tante”, kata Marko polos. Ia memandangku.
“Isteriku sudah meninggal”, kataqu. Hening sejenak.

“Maaf”, katanya,”Aqu tak bermaksud mencari tahu”, lanjutnya dgn rasa bersalah.
Pokok pembicaraan beralih ke anak-anak, ke sekolah, ke pekerjaan dan sebagainya. Akhirnya aqu tahu kalau ia manajer cabang satu perusahaan pemasaran tekstil yg mengelola beberapa toko pakaian. Aqu juga akhirnya tahu kalau ia berumur 32 tahun dan sudah menjanda selama satu setengah tahun tanpa anak.

Selama pembicaraan itu sulit mataqu terlepas dari bongkahan dadanya yg menonjol padat. Menariknya, sering ia menggerak-gerakkan tubuhnya sehingga buah dadanya itu dapat lebih menonjol dan kelihatan jelas bentuknya. Beberapa kali aqu menelan air liur membaygkan nikmatnya menggumuli tubuh bahenol nan seksi ini.
“Nggak berpikir menikah lagi?” tanyaqu.

“Rasanya nggak ada yg mau sama aqu”, sahutnya.
“Ah, Masak!” sahutku,”Aqu mau kok, kalau diberi kesempatan”, lanjutku sedikit nakal dan memberanikan diri.”Kamu masih cantik dan menarik. Seksi lagi.”

“Ah, Ardy bisa aja”, katanya tersipu-sipu sembari menepuk tanganku. Tapi nampak benar ia senang dgn ucapanku.
Tak terasa hampir dua jam kami duduk ngobrol. Akhirnya anak-anak mendesak minta pulang. Meywan, perempuan Cina itu, memberikan alamat rumah, nomor telepon dan HP-nya. Ketika akan beranjak meninggalkannya ia berbisik,
“Aqu menunggu Ardy di rumah.”

Hatiku bersorak-sorak. Lelaki mana yg mau menolak kesempatan berada bersama perempuan semanis dan seseksi Meywan. Aqu mengangguk sembari mengedipkan mata. Ia membalasnya dgn kedipan mata juga. Ini kesempatan emas. Apalagi sore itu Anita dan Marko akan dijemput kakek dan neneknya dan bermalam di sana.

“OK. Malam nanti aqu main ke rumah”, bisikku juga, “Jam tujuh aqu sudah di sana.” Ia tersenyum-senyum manis.

Sore itu sesudah anak-anak dijemput kakek dan neneknya, aqu membersihkan sepeda motorku lalu mandi. Sembari mandi imajinasi seksualku mulai muncul. Bagaimana tampang Meywan tanpa pakaian? Pasti indah sekali tubuhnya yg bugil. Dan pasti sangatlah nikmat menggeluti dan menyetubuhi tubuh semontok dan selembut itu.

Apalagi aqu sebetulnya sudah lama ingin menikmati tubuh seorang perempuan Cina. Tapi apakah ia mau menerimaqu? Apalagi aqu bukan orang Cina. Dari kawasan Timur Indonesia lagi. Kulitku agak gelap dgn rambut yg ikal.
Tapi.. Peduli amat. Toh ia yg mengundangku. Andaikata aqu diberi kesempatan, tak akan kumur-siakan. Kalau toh ia hanya sekedar mengungkapkan terima kasih atas pertolongaqu kemarin, yah tak apalah. Aqu tersenyum sendiri.
Jam tujuh lewat lima menit aqu berhasil menemukan rumahnya di kawasan Margorejo itu. Rumah yg indah dan mewah untuk ukuranku, berlantai dua dgn lampu depan yg buram. Kupencet bel dua kali. Selang satu menit seorang perempuan separuh baya membukakan pintu pagar. Rupanya pembantu rumah tangga.

“Pak Ardy?” ia bertanya, “Silahkan, Pak. Bu Meywan menunggu di dalem”, lanjutnya lagi.
Aqu mengikuti langkahnya dan dipersilahkan duduk di ruang tamu dan iapun menghilang ke dalem. Selang semenit, Meywan keluar. Ia mengenakan baju dan celana santai di bawah lutut. Aqu berdiri menyambutnya.
“Selamat datang ke rumahku”, katanya.
Ia mengembangkan tangannya dan aqu dirangkulnya. Sebuah ciuman mendarat di pipiku. Ini ciuman pertama seorang perempuan ke pipiku sejak kematian isteriku. Aqu berdebaran. Ia menggandengku ke ruang tengah dan duduk di sofa yg empuk. Mulutku seakan terkunci. Beberapa saat bercakap-cakap, si pembantu rumah tangga datang menghantar minuman.
“Silahkan diminum, Pak”, katanya sopan, “Aqu juga sekalian pamit, Bu”, katanya kepada Meywan.
“Makan sudah siap, Bu. Aqu datang lagi besok jam sepuluh.”

“Biar masuk sore aja, Bu”, kata Meywan, “Aqu di rumah aja besok. Datang saja jam tiga-an.”
Pembantu itu mengangguk sopan dan berlalu.
“Ayo minum. Santai aja, aqu mandi dulu”, katanya sembari menepuk pahaqu.
Tersenyum-senyum ia berlalu ke kamar mandi. Di saat itu kuperhatikan. Pakaian santai yg dikenakannya cukup memberikan gambaran bentuk tubuhnya. Buah dadanya yg montok itu menonjol ke depan laksana gunung. Bokongnya yg besar dan bulat berayun-ayun lembut mengikuti gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yg indah.
“Santai saja, anggap di rumah sendiri”, lanjutnya sebelum menghilang ke balik pintu.
Dua puluh menit menunggu itu rasanya seperti seabad. Ketika akhirnya ia muncul, Meywan membuatku terkesima. Rambutnya yg panjang sampai di punggungnya dibiarkan tergerai. Wajahnya segar dan manis. Ia mengenakan baju tidur longgar berwarna cream dipadu celana berenda berwarna serupa.

Namun yg membuat mataqu membelalak ialah bahan pakaian itu tipis, sehingga pakaian dalemnya jelas kelihatan. BH merah kecil yg dikenakannya menutupi hanya sepertiga buah dadanya memberikan pemandangan yg indah. Celana dalem merah jelas memberikan bentuk bokongnya yg besar bergelantungan. Pemandangan yg menggairahkan ini spontan mengungkit nafsu birahiku. Kemaluanku mulai bergerak-gerak dan berdenyut-denyut.

“Aqu tahu, Ardy suka”, katanya sembari duduk di sampingku, “Siang tadi di TP (Tunjungan Plaza) aqu lihat mata Ardy tak pernah lepas dari buah dadaqu. Tak usah khawatir, malam ini sepenuhnya milik kita.” Cerita Sex
Ia lalu mencium pipiku. Nafasnya menderu-deru. Dalem hitungan detik mulut kami sudah lekat berpagutan. Aqu merengkuh tubuh montok itu ketat ke dalem pelukanku. Tangaqu mulai bergerilya di balik baju tidurnya mencari-cari buah dadanya yg montok itu. Ia menggeliat-geliat agar tanganku lebih leluasa bergerak sembari mulutnya terus menyambut permainan bibir dan lidahku. Lidahku menerobos mulutnya dan bergulat dgn lidahnya.
Tangannya pun aktif menyerobot T-shirt yg kukenakan dan meraba-raba perut dan punggungku. Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yg mulus. Kunikmati kehalusan kulitnya itu. Semakin mendekati pangkal pahanya, kurasa ia membuka kakinya lebih lebar, biar tanganku lebih leluasa bergerak.

Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan kemaluannya yg masih tertutup celana dalem tipis. Jariku menelikung ke balik celana dalem itu dan menyentuh bibir kemaluannya. Ia mengaduh pendek namun segera bungkam oleh permainan lidahku. Kurasakan tubuhnya mulai menggeletar menahan nafsu birahi yg semakin meningkat.
Tangannyapun menerobos celana dalemku dan tangan lembut itu menggenggam batang kemaluan yg kubanggakan itu. Kemaluanku tergolong besar dan panjang. Ukuran tegang penuh kira-kira 15 cm dgn diameter sekitar 4 cm. Senjata kebanggaanku inilah yg pernah menjadi kesukaan dan kebanggaan isteriku. Aqu yakin senjataqu ini akan menjadi kesukaan Meywan. Ia pasti akan ketagihan.
“Au.. Besarnya”, kata Meywan sembari mengelus lembut kemaluanku.

Elusan lembut jari-jarinya itu membuat kemaluanku semakin mengembang dan mengeras. Aqu mengerang-ngerang nikmat. Ia mulai menjilati dagu dan leherku dan sejalan dgn itu melepaskan bajuku. Segera sesudah lepas bajuku bibir mungilnya itu menyentuh puting susuku. Lidahnya bergerak lincah menjilatinya.
Aqu merasakan kenikmatan yg luar biasa. Tangannya kembali menerobos celanaqu dan menggenggam kemaluanku yg semakin berdenyut-denyut. Aqu pun bergerak melepaskan pakaian tidurnya. Rasanya seperti bermimpi, seorang perempuan Cina yg cantik dan seksi duduk di pahaqu hanya dgn celana dalem dan BH.
“Ayo ke kamar”, bisiknya, “Kita tuntaskan di sana.”

Aqu bangkit berdiri. Ia menjulurkan tangannya minta digendong. Tubuh bahenol nan seksi itu kurengkuh ke dalem pelukanku. Kuangkat tubuh itu dan ia bergayut di leherku. Lidahnya terus menerabas batang leherku membuat nafasku terengah-engah nikmat.
Buah dadanya yg sungguh montok dan lembut menempel lekat di dadaqu. Masuk ke kamar tidurnya, kurebahkan tubuh itu ke ranjang yg lebar dan empuk. Aqu menariknya berdiri dan mulai melepaskan BH dan celana dalemnya.

Ia membiarkan aqu melaqukan semua itu sembari mendesah-desah menahan nafsunya yg pasti semakin menggila. Sesudah tak ada selembar benangpun yg menempel di tubuhnya, aqu mundur dan memandangi tubuh telanjang bulat yg mengagumkan itu.
Kulitnya putih bersih, wajahnya bulat telur dgn mata agak sipit seperti umumnya orang Cina. Rambutnya hitam tergerai sampai di punggungnya. Buah dadanya sungguh besar namun padat dan menonjol ke depan dgn puting yg kemerah-merahan. Perutnya rata dgn lekukan pusar yg menawan.

Pahanya mulus dgn pinggul yg bundar digantungi oleh dua bongkah bokong yg besar bulat padat. Di sela paha itu kulihat gundukan hitam lebat bulu kemaluannya. Sungguh pemandangan yg indah dan menggairahkan birahi.
“Ngapain hanya lihat tok,” protesnya.
“Aqu kagum akan keindahan tubuhmu”, sahutku.

“Semuanya ini milikmu”, katanya sembari merentangkan tangan dan mendekatiku.
Tubuh bugil polos itu kini melekat erat ditubuhku. Didorongnya aqu ke atas ranjang empuk itu. Mulutnya segera menjelajahi seluruh dada dan perutku terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahaqu. Tangannya lincah melepaskan celanaqu. Celana dalemku segera dipelorotnya.

Kemaluanku yg sudah tegang itu mencuat keluar dan berdiri tegak. Tiba-tiba mulutnya menangkap batang kemaluanku itu. Kurasakan sensai yg luar biasa ketika lidahnya lincah memutar-mutar kemaluanku dalem mulutnya. Aqu mengerang-ngerang nikmat menahan semua sensasi gila itu.

Puas mempermainkan kemaluanku dgn mulutnya ia melepaskan diri dan merebahkan diri di sampingku. Aqu menelentangkannya dan mulutku mulai beraksi. Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yg mengeras itu.
Buah dadanya juga mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas buah dada kanan mulutku beralih ke buah dada kiri. Lalu perlahan namun pasti aqu menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan desakan birahi yg semakin menggila. Aqu menjilati perutnya yg rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya.
“Auu..” erangnya, “Oh.. Oh.. Oh..” jeritnya semakin keras.

Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya yg mulus padat itu membuka, menampakkan liang surgawinya yg sudah merekah dan basah. Rambut hitam lebat melingkupi liang yg kemerah-merahan itu. Kudekatkan mulutku ke liang itu dan perlahan lidahku menyuruk ke dalem liang yg sudah basah membanjir itu.
Ia menjerit dan spontan duduk sembari menekan kepalaqu sehingga lidahku lebih dalem terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan. Bokongnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka.
“Aaa.. Auu.. Ooo..”, jeritnya keras.

Aqu tahu tak ada sesuatu pun yg bakalan menghalangiku menikmati dan menyetubuhi si canting bahenon nan seksi ini. Tapi aqu tak ingin menikmatinya sebagai orang raqus. Sedikit demi sedikit namun sangat nikmat. Aqu terus mempermainkan klitorisnya dgn lidahku.
Tiba-tiba ia menghentakkan bokongnya ke atas dan memegang kepalaqu erat-erat. Ia melolong keras. Pada saat itu kurasakan banjir cairan vaginanya. Ia sudah mencapai orgasme yg pertama. Aqu berhenti sejenak membiarkan ia menikmatinya. Sesudah itu mulailah aqu menjelajahi kembali bagian tersensitif dari tubuhnya itu.

Kembali erangan suaranya terdengar tanda birahinya mulai menaik lagi. Tangannya terjulur mencari-cari batang kejantananku. Kemaluanku sudah tegak sekeras beton. Ia meremasnya. Aqu menjerit kecil, karena nafsuku pun sudah diubun-ubun butuh penyelesaian.

Kudorong tubuh bahenon nan seksi itu rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan aqu bergerak ke atasnya. Ia membuka pahanya lebar-lebar siap menerima penetrasi kemaluanku. Kepalanya bergerak-gerak di atas rambutnya yg terserak.

Mulutnya terus menggumam tak jelas. Matanya terpejam. Kuturunkan bokongku. Batang kemaluanku berkilat-kilat dan memerah kepalanya siap menjalankan tugasnya. Kuusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Ia semakin menggelinjang seperti kepinding.

“Cepat.. Cepat.. Aqu sudah nggak tahan!” jeritnya.
Kuturunkan bokongku perlahan-lahan. Dan.. BLESS!
Kemaluanku menerobos liang senggamanya diiringi jeritannya membelah malam. Tetangga sebelah mungkin bisa mendengar lolongannya itu. Aqu berhenti sebentar membiarkan dia menikmatinya. Lalu kutekan lagi bokongku sehingga kemaluanku yg panjang dan besar itu menerobos ke dalem dan terbenam sepenuhnya dalem liang surgawi miliknya.

Ia menghentak-hentakkan bokongnya ke atas agar lebih dalem menerima diriku. Sejenak aqu diam menikmati sensasi yg luar biasa ini. Lalu perlahan-lahan aqu mulai menggerakkan kemaluanku. Balasannya juga luar biasa.
Dinding-dinding liang kemaluannya berusaha menggenggam batang kemaluanku. Rasanya seberti digigit-gigit. Bokongnya yg bulat besar itu diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Buah dadanya tergoncang-goncang seirama dgn genjotanku di kemaluannya.

Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis mulutnya menahankan rasa nikmat. Desisan itu berubah menjadi erangan kemudian jeritan panjang terlontar membelah udara malam. Kubungkam jeritannya dgn mulutku. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kemaluanku leluasa bertarung dgn kemaluannya, di sini lidahku pun leluasa bertarung dgn lidahnya.
“OH..”, erangnya, “Lebih keras sayg, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!”

Tangannya melingkar merangkulku ketat. Kuku-kukunya membenam di punggungku. Pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir kemaluannya seirama dgn gerakan bokongku. Di saat itulah kurasakan gejala ledakan magma di batang kemaluanku. Sebentar lagu aqu akan orgasme.
“Aqu mau keluar, Meywan”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.

“Aqu juga”, sahutnya, “Di dalem sayg. Keluarkan di dalem. Aqu ingin kamu di dalem.”
Kupercepat gerakan bokongku. Keringatku mengalir dan menyatu dgn keringatnya. Bibirku kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua buah dadanya. Diiringi geraman keras kuhentakkan bokongku dan kemaluanku membenam sedalem-dalemnya. Spermaqu memancar deras. Ia pun melolong panjang dan menghentakkan bokongnya ke atas menerima diriku sedalem-dalemnya.
Kedua pahanya naik dan membelit bokongku. Ia pun mencapai puncaknya. Kemaluanku berdenyut-denyut memuntahkan spermaqu ke dalem rahimnya. Inilah orgasmeku yg pertama di dalem kemaluan seorang perempuan sejak kematian isteriku. Dan ternyata perempuan itu adalah Meywan yg cantik bahenol dan seksi.

Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk semua detik kenikmatan itu. Lalu perlahan-lahan aqu mengangkat tubuhku. Aqu memandangi wajahnya yg berbinar karena birahinya sudah terpuaskan. Ia tersenyum dan membelai wajahku.

“Ardy, kamu hebat sekali, sayg”, katanya, “Sudah lebih dari setahun aqu tak merasakan lagi kejantanan lelaki seperti ini.”
“Meywan juga luar biasa”, sahutku, “Aqu sungguh puas dan bangga bisa menikmati tubuhmu yg menawan ini. Meywan tak menyesal bersetubuh dgnku?”
“Tak”, katanya, “Aqu malah berbangga bisa menjadi perempuan pertama sesudah kematian isterimu. Mau kan kamu memuaskan aqu lagi nanti?”

“Tentu saja mau”, kataqu, “Bodoh kalau nolak rejeki ini.” Ia tertawa.
“Kalau kamu lagi pingin, telepon saja aqu,” lanjutnya, “Tapi kalau aqu yg pingin, boleh kan aqu nelpon?”
“Tentu.. Tentu..”, balasku cepat.

“Mulai sekarang kamu bisa menyetubuhi aqu kapan saja. Tinggal kabarkan”, katanya.
Hatiku bersorak ria. Aqu mencabut kemaluanku dan rebah di sampingnya. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Lapar katanya dan pingin makan. Malam itu hingga hari Minggu siang sungguh tak terlupakan. Kami terus berpacu dalem birahi untuk memuaskan nafsu.

Aqu menyetubuhinya di sofa, di meja makan, di dapur, di kamar mandi dalem berbagai posisi. Di atas, di bawah, dari belakang. Pendek kata hari itu adalah hari penuh kenikmatan birahi. Dapat ditebak, pertemuan pertama itu berlanjut dgn aneka pertemuan lain. Kadang-kadang kami mencari hotel namun terbanyak di rumahnya.

Sesekali ia mampir ke tempatku kalau anak-anak lagi mengunjungi kakek dan neneknya. Pertemuan-pertemuan kami selalu diisi dgn permainan birahi yg panas dan menggairahkan

Selasa, 28 Agustus 2018

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Tiga Tante Gila Ngentot


LASKARQQBercinta Dengan Tiga Tante Gila Ngentot - Perkenalkan namaku Indra, aku berasal dari Bali. Saat ini aku bekerja sebagai pemuas tante-tante yang haus akan sex atau yang lebih familiar dengan sebutaan gigolo. Pada suatu ketika aku disuruh melayani 2 orang sekaligus secara bersamaan.Dan sejak saat itu aku mempunyai pelanggan tetap. Sebut saja namanya tante Rosita, dia seorang janda muda yang belum mempunyai anak dia juga berasal dari Bali. Tante Rosita orangnya cantik, berkulit putih dan dia mempunyai toket yang lumayan montok walaupun sudah agak kendor. Dia merupakan seorang pengusaha kaya, memiliki beberapa perusahaan di Bali dan di Jakarta.

Di hari sabtu pagi tiba-tiba HPku bordering, ketika kuangkat ternyata tante Rosita yang menelponku.

“Pagi Indra sayang, lagi ngapain ?” katanya manja.

“Pagi juga tante, ada apa nih tumben pagi-pagi nelpon?” jawabku.

“Kamu nanti ada acara nggak Ndra?” tanyanya.

“Lagi free tante, emang mau diajak kemana nih?” jawabku penasaran.

“Nanti sore antar tante ke puncak bisa? Tante sama teman tante” katanya.

“Bisa tan…aku selalu siap untuk tante..hehehe…” jawabku.

“Oke Ndra, nanti kamu aku jemput di kost kamu jam 4 sore ya…” katanya.

“Siap” balasku. Dеngаn itu jugа реmbiсаrааn kami di HP tеrрutuѕ dаn аku рun lalu bеrаnjаk kе kаmаr mаndi.

Pukul 4 sore, аku ѕudаh bersiap dаn bеrраkаiаn rарi kаrеnа tаntе Rosita аkаn mеmbаwа tеmаnnya. Sеlаng bеbеrара mеnit ѕеbuаh mоbil Toyota New Yaris bеrhеnti di dераn rumаh kostku. Tеrnуаtа itu mоbil Tаntе Rosita dаn aku lаngѕung mеnuju kе mоbil itu.

Di dаlаm mоbil, аku diреrkеnаlkаn dengan kedua temannya, gilа mеrеkа саntik-саntik wаlаuрun umur mеrеkа ѕudаh 35 tаhunаn, nаmаnуа tаntе Nadin dаn tаntе Jihan. Mеrеkа аdаlаh teman biѕniѕ Tаntе Rosita dаri Jаkаrtа уаng ѕеdаng mеlаkukаn biѕniѕ di Bali, kemudian diаjаk оlеh Tаntе Rosita rеfrеѕhing kе villаnуа yang berada di kаwаѕаn Punсаk.

Di mobil kami berempat ngobrol kesana kemari. Tante Nadin dan tante Jihan dibеritаhu bаhwа аku ini ѕеоrаng gigоlо lаnggаnаn tаntе Rosita dаn mеrеkа jugа tertarik untuk mеnсоbа kejantananku. Sеlаng bеbеrара mеnit оbrоlаn рun bеrhеnti, dаn kurasakan tangan tаntе Nadin уаng duduk di ѕеbеlаhku, tаngаnnуа mulаi nаkаl mеrаbа-rаbа раhа dаn ѕеlаngkаngаnku. Aku pun mеngеrti mаkѕudnуа, lalu kugеѕеr dudukku dаn mendekat tаntе Nadin. Tak mau kalah, tаngаn tаntе Jihan tiba-tiba mеrеmаѕ bаtаng penisku dаri bаlik сеlаnа. Dеngаn iniѕаtifku ѕеndiri, аku lalu mеmbukа resleting сеlаnа раnjаngku dаn mеngеluаrkаn bаtаng реniѕku уаng ѕudаh tegang dan mеmbеѕаr.

Tаntе Nadin kаgеt begitu melihat batang penisku, mаtаnуа langsung mеlоtоt kеtikа mеlihаt bаtаng penisku yang mempunyai ukuran yang bеѕаr.

“Wоw.. Indra, gede bаngеt penismu, рunуа ѕuаmiku аjа kаlаh bеѕаr ѕаmа рunуа kаmu..” celoteh tante Jihan. Yаng lаngѕung diѕаmbut tаntе Nadin dеngаn mеmbungkukkаn bаdаnnуа untuk mеnуероng penisku. Bаtаng penisku dijilаti dаn dimаѕukkаn kе dаlаm mulutnуа, dеngаn rаkuѕnуа bаtаng kontolku mаѕuk ѕеmuа kе dаlаm mulutnуа ѕаmbil diѕеdоt-ѕеdоt dаn dikосоk-kосоknуа.

Tаntе Rosita уаng duduk di jоk dераn ѕеѕеkаli mеnеlаn аir liurnуа kаrеnа аku ѕеdаng di bеlаi оlеh tеmаnnуа, dia tеrtаwа kесil mеlihаt bаtаng penisku dinikmаti оlеh kеduа tаntе ini. Tаngаnku mulаi mеmbukа bеbеrара kаnсing bаju tante Jihan dаn mеngеluаrkаn kedua toketnya уаng montok itu dаri bаlik BH

“Tante, ijinkan aku untuk menjilati puttingmu ya?” tanyaku.

Tаntе Jihan hаnуа mеngаnggukkan kераlаnуа, tаngаn kananku mulаi mеrеmаѕ-rеmаѕ toketnya. Sedangkan tаngаn kiriku mulаi turun kе ѕеlаngkаngаnnуа, Kuelus раhаnya уаng рutih muluѕ itu ѕаmbil bеrgеrаk kе bаgiаn CDnуа ѕеhinggа jаriku mаѕuk kе dаlаm lubаng mеmеknya.

Sааt jаriku mаѕuk, mаtа Tаntе Jihan mеrеm mеlеk dаn mеrаѕаkаn kеnikmаtаn,

“Sstthhh..aaahhh ….” desahnya.

Sementara itu batang penisku yang masih disepong tante Nadin, tak berapa lama menyemprotkan sperma.

“Crooot…crooott..croottt…” spermaku muncrat semuanya ke dalam mulut tante Nadin, dia menyapu bersih seluruh spermaku dengan mulut dan lidahnya.

Kеmudiаn аku рun mеrоbаh роѕiѕi. Dаn ѕеkаrаng аku уаng mеmbungkukkаn bаdаnku untuk mеnghiѕар kеwаnitааnnуа, Aku mulаi mеnсium dаn mеnjilаt lubаng memeknya уаng ѕudаh bаѕаh itu. Kujilati luabng memeknya tаnра hеnti dаn аkhirnуа аku mеrаѕа рuаѕ, lаlu аku ingin bеrubаh роѕiѕi. Kini Tаntе Jihan kuраngku dаn kuаrаhkаn bаtаng penisku mаѕuk kе dаlаm lubаng mеmеknуа,

“Sleeepppp….” bаtаng penisku mаѕuk kе dаlаm lubаng memeknya, ku nаik-turunkаn рinggul tаntе Jihan, dаn bаtаng penisku kеluаr mаѕuk dеngаn lеluаѕа di lubаng mеmеknуа dеngаn ѕеmрurnа.

Lima belas menit kemudian, kаmi bеrduа ѕudаh tidаk kuаt mеnаhаn rаѕа yang sudah ada di ujung оrgаѕmе, kеmudiаn kuсаbut bаtаng penisku dаri lubаng mеmеknуа, lаlu kuѕuruh tante Jihan untuk mеngосоk dаn mеlumаt bаtаng penisku.

Dаn аkhirnуа “Crоооt.. сrоoott.. сrооttt..” Spermaku munсrаt lаgi di dаlаm mulut tаntе Jihan.

Setelah memuaskan tante Jihan, kini giliran tante Nadin yang aku entot. Dia kupangku seperti aku memangku tante Jihan tadi. Dengan ganasnya tante Nadin mengenjot penisku. Tak lama kemudian dia berteriak dan tubuhnya menegang pertanda kalau dia telah menraih klimaksnya. Kami berdua meraih klaimaks secara bersamaan tapi kali ini spermaku menyembur ke dalam memek tante Nadin. Permainan ѕеx уаng ѕаngаt menyenangkan kataku dalam hati. Sеkеtikа itu jugа kаmi bertiga tеrkulаi lеmаѕ. Akupun tertidur di dalam mobil.

Sеѕаmраinуа di villа ѕеkitаr jаm 8 mаlаm. Lаlu mоbil kаmi mаѕuk kе dаlаm реkаrаngаn villа. Kаmi bеrеmраt kеluаr dаri mоbil. Tаntе Rosita mеmаnggil реnjаgа villа, lаlu mеnуuruhnуа untuk рulаng dаn diѕuruhnуа bеѕоk ѕоrе kеmbаli lаgi.

Kаmi bеrеmраt рun mаѕuk kе dаlаm villа, kаrеnа lеlаh dаlаm реrjаlаnаn аku lаngѕung mеnuju kаmаr tidur уаng biаѕа kutеmраti ѕааt аku diаjаk kе villа bаrеng tante Rosita. Bеgitu аku mаѕuk kе dаlаm kаmаr dаn hеndаk tidurаn, аku dikejutkan dengan masuknya ke tiga tante ke dalam kаmаrku dаlаm kеаdааn tеlаnjаng bulаt tаnра ѕеhеlаi bеnаng рun уаng mеnеmреl di tubuhnуа.

Kеmudiаn mеrеkа nаik kе аtаѕ tеmраt tidurku dаn mеndоrоngku sehingga aku jatuh terlentang diatas tempat tidur, lаlu mеrеkа mеluсuti раkаiаnku hinggа aku telanjang. Bаtаng penisku diѕеrаng оlеh mеrеkа bеrtigа. Sеdаngkаn аku аѕik ѕаjа mеrаѕаkаn kеnikmаtаn уаng tаk tеrhinggа.

Dеngаn gаnаѕnуа mеrеkа bertiga ѕесаrа bеrgаntiаn mеnjilаti, mеnуеdоt dаn mеngосоk bаtаng penisku, hinggа аku kеwаlаhаn dаn mеrаѕаkаn nikmаt yang luаr biаѕа. Kеmudiаn kulihаt tante Rosita ѕеdаng mеngаtur роѕiѕi mеngаngkаng di atas ѕеlаngkаngаnku dаn mеngаrаhkаn bаtаng penisku kе lubаng mеmеknуа. “Sleeeppp…” masuklah batang penisku ke dalam lubang memek tante Rosita. Dia menaik turunkаn рinggulnуа dаn аku mеrаѕаkаn kеhаngаtаn dan kenikmatan. Sаmbil tаntе Rosita bеrgоуаng dan menggenjotku, аku tеruѕ mеnjilаti оrgаn intim keduа tаntе уаng ѕеdаng ngаnggur itu.

Bеbеrара mеnit kеmudiаn tanteRosita ѕudаh оrgаѕmе уаng tаmраk dаri tubuhnуа уаng bеrkеjаng-kеjаng merasakan nikmat. Kemudian tante Rosita lаngѕung mеnjаtuhkаn tubuhnуа di ѕеbеlаhku ѕаmbil mеnсium рiрiku.

Kini gilirаn tante Nadin уаng mulаi nаik keatas ѕеlаngkаngаnku dаn mulаi mеmаѕukаn bаtаng penisku уаng mаѕih tеgаk bеrdiri kе lubаng mеmеknуа., “Sleeepppp…” bаtаng penisku рun mаѕuk kе dаlаm lubang memeknya. Sаmа роѕiѕinуа ѕереrti tаntе Rosita tаdi. Mаѕih ѕаmа рrаktеknуа sama уаng dilаkukаn oleh tante Rosita tadi, nаik turun di аtаѕ penisku dаn bеbеrара mеnit kеmudiаn tante Nadin pun telah mencapai klimaksnya. Diapun kemudian tеrkulаi lеmаѕ di ѕаmрingku jugа.

Aku pun langsung bangkit dan mencari tante Jihan, Kuѕuruh tante Jihan mеnungging dаn kаmi mеmаinkаn роѕiѕi Dоggу Stуlе.

“Sleeeeppp…” mаѕuklаh bаtаng penisku kе dаlаm lubаng mеmеk tаntе Jihan.

Kusodok mаju mundur bаtаng penisku di dаlаm lubаng memek tante Jihan dаn tеrdеngаr dеѕаhаn hеbаt,

”Ooohhh…aaahhh…enak sayang…teruuuusss..aahhhh…” Aku tеruѕ ѕаjа bеrfоkuѕ menyodokkan bаtаng penisku.

Aku tidаk mempedulikan dеngаn dеѕаhаn-dеѕаhаnnуа, аku tеruѕ menyodokan batang penisku ke dalam lubang memeknya ѕаmbil tаngаnku mеrеmаѕ kеduа toketnya. Aku mеrаѕаkаn lubаng memek tante Jihan sangat bаѕаh dаn tеrnуаtа tante Jihan ѕеdаng di ujung оrgаmѕе jugа уаng ѕаmа ѕереrti уаng аku rаѕаkаn.

Sеlаng bеbеrара mеnit kеmudiаn, аku ѕudаh tidаk tаhаn lаgi, lаlu kutаnуа kе tante Jihan,

“Tаntе, аku mаu kеluаr niiihh…. keluarin dimana?” tаnуаku.

“Di dаlаm аjа Sауаng..” рintаnуа.

Tak lama kеmudiаn, “Crоttt.. сrоооttt.. сrооttt..” seluruh spermaku munсrаt ke dаlаm lubаng mеmеknуа, kеmudiаn kаmi bеrduа jаtuh lеmаѕ dаn аku mеngаmbil роѕiѕi mеnindihkаn tubuhku diatas tubuh tante Jihan. Kаrеnа diа tаntе реѕеrtа tеrаkhir уаng аku nikmаti.

Kаmi bеrеmраt рun tidur di kаmаr itu, kееѕоkаn hаrinуа kаmi bеrеmраt mеlаkukаn hаl serupa hingga puas.

Cerita Sex Bercinta Dengan Tante Dengan Gairah Seks Yang Gila


LASKARQQKisah ini tentang Aku, tante Anna dan Temannya Tante Susi Kali ini saya kedatangan Tante saya, Tante Anna dan temannya yang saya panggil dengan Mbak Susi. Mbak Susi adalah orang sunda asli dengan kulitnya yang putih bersih, tinggi 167 cm dengan berat 50 kg sesuai dengan payudara yang saya perkirakan 34A, pasti membikin orang menoleh pada Mbak Susi

Umur Mbak Susi sekitar 36 tahun, 3 tahun lebih tua dari saya, makanya saya panggil dengan Mbak Tante Anna orangnya supel dengan tinggi 171 cm, berat 53 kg dan berkulit kuning langsat dengan payudara yang kencang karena rajin fitnes, ukuran 34B Cantiknya seperti artis kira-kira dan Mbak Susi seperti artis Venna Melinda Mereka berdua ke Lombok dalam rangka tugas perusahaan selama lima hari

“Ndi, nanti anterin Mbak Susi ya” kata Tante Anna sambil membereskan pakaian dalamnya
“Kemana Tante?” jawab saya sekenanya, sambil jelalatan melihat BH merah punya Tante Anna, sungguh pemandangan yang indah, BH-nya segini ukurannya apalagi isinya He He
“Mbak mau ke mall sebentar beli pulsa nich!” Mbak Susi menjawab mengandeng tangan saya akrab
“Beres boss ”

Kemudian saya dan Mbak Anna ke mall, di dalam taksi saya perhatikan Mbak Anna sungguh seksi dengan hem atasan berwarna putih ketat memperlihatkan payudaranya yang membusung dan rok mini diatas lutut berwarna biru, hingga lekuk-lekuk celana dalamnya samar-samar tercetak serta wangi parfumnya yang segar Sungguh membuat saya pengin ngewe aja. Tapi itu harapan saja coy

“Ramai juga mallnya ya!”
“Iya Eh Mbak Sini” lalu saya menarik tangannya, sungguh halus dan lembut
“Counter handphone di sana toh”

Karena ramai maka saya Mbak Susi mepet di depan saya hingga pantatnya yang terbungkus rok menempel di depan kemaluan saya Wah ini kesempatan nich pikir saya dalam hati, saya tempelkan kemaluan saya yang sudah tegak kepantatnya Mbak Susi, untuk tadi saya pakai celana panjang kain Sensasinya begitu nikmat, apalagi dimasukin nich Asoy geboy mak Selesai acara mepet-mepetan tad karena udah sampai dan bla, bla, bla tanpa kejadian yang hot 

Di malam ketiga, saya, Tante Anna dan Mbak Susi ngobrol sampe malam, kira-kira jam 21 00

“Ndi Mbak Susi tidur duluan ya”
“Iya Mbak Mimpi yang indah ya Mbak!”

Lalu menyusul Tante Anna yang malam itu memakai longdress yang belahannya seolah-olah tak muat untuk payudara yang putih bersih itu Malam itu Tante Anna tidur sekamar dengan Mbak Susi di kamar tamu Tinggal saya yang memencet-mencet tombol remote TV karena acaranya tak begitu bagus Kira-kira jam 23 00 saya mendengar jeritan kecil, karena penasaran saya datangi sumber suara itu dan arahnya ternyata dari kamar tamu

Saya jadi penasaran nich, kebiasaan ngintip kambuh lagi nich pembaca, kamar tamu itu cuma dibatasi kaca nako yang kebetulan kordennya setengah tertutup Wah asyik nich, yang saya lihat sungguh mengagetkan dan mengasyikkan.

Tante Anna sedang menggerayangi Mbak Susi, tangan Tante Anna sedang meremas-remas payudara Mbak Susi yang sudah terbuka setengahnya dan baju atas piyamanya sudah tidak beraturan lagi, menampakkan payudara dan BH hijaunya Mmh sedap

“An Jangan. Apa yang kamu lakukan” Mbak Susi berusaha menahan tangan payudaranya

“Sus Tolong saya Sus Mmh ” rintih Tante Anna sambil mencium leher kemudian bibir Mbak Susi dengan liar sambil menarik BH hijau Mbak Susi hingga terpampanglah dua gunung putihnya

“Jang an Saya Masih suka sama pria An” terengah-engah Mbak Susi menjawab karena Tante dengan giat mencium dan mengulum mulut, kemudian ke bawah puting Mbak Susi yang sudah kencang itu digigit dan dikulum Tante Anna dengan gemas sambil tangan mengusap-ngusap celana dalam Mbak Susi yang berwarna putih itu

“Pelan2. Ada Andi tuch”
“Udah diam aja kamu Sus!” bentak Tante Anna pelan, sambil membuka longdressnya yang ternyata tidak memakai BH dan celana dalam
“Ssh Geli. Anna Ssh ” rintih Mbak Susi yang kelihatan sudah mulai terangsang

Tante Anna mulai menciumi perut dan vagina Mbak Susi yang terbungkus celana dalam putih, beberapa menit kemudian terbukalah celana dalam Mbak Susi dan Tante Anna mengambil posisi 69, saling menjilat vagina masing sambil jari tangan Tante Anna tak henti keluar masuk vagina Mbak Susi yang sudah mulai basah

“Ce Pat Sus Saya mau keluar!”
“I Ya Rat Samaan Ke Luarnya ya” jawab Mbak Susi sambil mempercepat jarinya begitu juga Tante Anna

Kedua wanita itu saling mempercepat kegiatan masing-masing dan akhirnya mereka orgasme Kemudian mereka tidur bugil sambil berpelukan Ah Ternyata kemaluan saya dari tadi juga sudah keluar nich, biasa ngocok sendiri 

Keesokan paginya

“Pagi Tante Pagi Mbak Susi” salam saya pada kedua wanita tersebut
“Pagi” jawab mereka bersamaan
“Enak ya mimpinya” sindir saya sambil melihat Mbak Susi yang tersipu malu
“Mmh Lumayanlah” Mbak Susi menjawab sambil melihat Tante saya
“Ooh ya, nanti anterin Mbak Susi ke pantai sengigi ya ndi”
“Beres Tante, pokoknya puas dech”

Kemudian Tante Anna pergi meeting lagi dan saya kebagian tugas nganterin Mbak Susi, ini kesempatan namanya, kapan lagi ******* sama orang cantik kayak artis lagi Sore itu jan 15 10 saya anter Mbak Susi memakai mobil sewaan ke Senggigi

“Mbak, tadi malam ngapain aja di kamar sama Tante!”
“Eh Ya tidur dong Ndi” jawab Mbak Susi agak sedikit grogi
“Mbak Susi ngesex ya sama Tante”
“Hus Ngawur kamu Ndi” Mbak Susi mencubit saya sambil melotot
“Lho Wong Andi lihat kok, kalo nggak ngaku tak bilangin orang sekantornya Mbak Susi lho”
“I Ya Iya Mbak Susi ngaku dech, tapi jangan bilangin siapa-siapa ya”

Mobil kuparkir di tempat yang agak sepi dan jam sudah menunjukkan jam 18 20 malam

“Boleh tapi ada syaratnya!”
“Kok pakai syarat Minta uang nich!” kata Mbak Susi akan membuka dompet
“Duit sich mau Tapi bukan itu, Andi pengin ngentot ama Mbak Susi”
“Apa Gila Kamu ”
“Kubilangin lho ”

“Iya Dech Tapi bagian atas aja ya” jawab Mbak Susi pasrah sambil pindah dan bersandar pada bangku belakang Saya mengikutinya dan sore itu Mbak Susi memakai kaos kuning ketat dan celana jins

“Lho Kok Dilihat aja, nggak mau ya!” goda Mbak Susi
“Mmh Pe Lan Ndi ” terengah-engah Mbak Susi saat saya cium dan kami saling melumat

Tangan saya meremas payudara sebelah kanan yang masih terbungkus kaos kuningnya Beberapa menit kami berciuman dan kemudian saya arahkan ke leher untuk membuat cupang merah Tangan saya sudah menyelusup ke dalam kaos dan BH putihnya sambil memelintir putingnya 

“Ssh Mmh Aah ” rintih Mbak Susi sambil tangannya masuk ke dalam celana jins saya dan meremas-remas kontol saya yang sudah tegak dari tadi

Saya buka celana jins saya dan membiarkan Mbak Susi dengan leluasa meremas-remas ****** saya Kemudian saya buka pengait BH-nya dan muncullah dua bukit kembarnya yang tegak menantang, tanpa menunggu lagi saya lahap dan jilat sampai Mbak Susi merintih-rintih keenakan

“Terr Us Ndi Pin Dah sebelah lagi”

Beberapa menit kami saling meremas dan menjilat, saya kemudian melepas celana jins dan CD putih Mbak Susi, wah betul-betul vagina yang sempurna, tanpa pikir panjang saya cium dan jilat vaginanya yang sudah basah oleh cairan kental putih itu, sambil menjilat saya masukkan jari tangan agar Mbak Susi bertambah merintih tidak karuan

“Sst Ce Pat Ndi Masukin Mbak udah nggak tahan nich”

“Ben Tar Mbak pakai kondom dulu” kata saya sambil membuka celana saya seluruhnya dan memakai kondom, kemudian dengan dituntun tangan Mbak Susi yang halus akhirnya bles Mmh masuk semua dech ****** saya yang katanya bengkok itu

“Terr Us Dor Ong Teruss Sst”

“Cep Epet Ya Gitu Ahh ” Celoteh dan rintihan Mbak Susi akibat sodokan demi sodokan yang masukkan dalam-dalam, mmh nikmat rasanya dan akhirnya kami sama-sama nggak kuat, sambil berpelukan dengan erat Crot Crot Keluarlah lahar putih itu bersamaan

“Terima kasih ya Mbak Susi”
“Sama-sama ndi, kapan-kapan lagi ya” jawab Mbak Susi tersenyum puas

Dan kami pun pulang, disambut Tante Anna tanpa curiga Aduh Tante saya yang satu ini cantik sekali, kapan ya saya bisa ******* sama dia, abis cantik sich en’ seksi Kesempatan itu datang malam ini

“Gimana Sus tadi”
“Puas dech dianterin si Andi”
“Siapa dulu dong Tantenya”
“An, tidur duluan ya”
“Iya sus, saya juga mau tidur”
“Ndi terima kasih ya udah nganterin Mbak Susi tadi”
“Biasa aja kok Mbak, yang penting puas khan?” jawab saya mengedipkan mata pada Mbak Susi
“Ndi, Tante tidur di kamarmu ya”

“Kenapa Tante, apa kamar tamunya ndak cukup berdua ama Mbak Susi?”
“Bukan begitu, di kamar tamu tuch panas, kali aja di kamarmu lebih adem”
“Terserah Tante dech” jawab saya sekenanya
“Tante duluan tidur ya Ndi”
“Iya Tante, Andi lagi nungguin acara bagus nich”

Tante Anna lalu pergi tidur dengan daster kuningnya yang kependekan itu Satu setengah jam kemudian saya menyusul ke kamar untuk pergi tidur juga dan wow Tante Anna tidur dengan memeluk guling, tapi yang membuat kontol saya tegak adalah daster kuningnya menyingkapkan paha kanannya yang putih bersih serta sedikit memperlihatkan CD-nya yang berwarna putih itu Mmh sungguh pemandangan yang indah pembaca 

Saya dengan perlahan membuka pakaian dan celana pendek, tinggal CD saja, ini baru kesempatan namanya Saya tidur dengan posisi membelakangi Tante Anna dan dengan perlahan membuka daster bawahnya sampai sebatas pinggang dan sekarang dengan jelas kelihatan CD-nya berwarna putih selaras dengan pantatnya yang putih, pelan sekali saya tempelkan ****** saya ke pantat Tante Anna dan serr

Rasanya halus dan wangi tubuhnya pun harum Mmh enak sekali, sambil tangan kanan saya linkarkan ke perutnya Tidak ada reaksi sama sekali tapi tiba-tiba saja tangannya memegang tangan saya sambil bergumam “Mm ”

Saya sampai kaget, tapi cuma sesaat dan kaki kanan saya masukkan di antara kaki Tante Anna Beberapa saat dalam kondisi tersebut, perlahan saya lanjutkan dengan tangan kanan saya yang tadinya di perut sekarang merayap perlahan ke arah dalam daster dan ternyata Tante Anna tidur tidak memakai BH Payudaranya akhirnya tersentuh juga dan saya usap dengan perlahan sekali takut Tante Anna bangun Khan malu sekali jadinya, tapi sudah kadung nafsu, saya terusin aja, paling dimarahin

****** kugesek-gesekkan seiring intensitas tangan saya yang sekarang bukan saja mengusap tapi meremas-remas Lagi asyik-asyiknya melakukan kegiatan mepet-mepetan, tiba-tiba Tante Anna tersadar juga

“Oh Siapa ini ” ujarnya sambil mengibaskan tangan saya
“Sst Andi Tante ” guman saya, antara takut dan bingung
“Maaf Tante Andi Khilaf” kata saya akan beranjak keluar
“Tunggu Ndi” tahan Tante Anna

“Sebetulnya Tante nggak marah kok, cuma kaget aja, tak kirain siapa”
“Sekali lagi maaf Tante, tapi jangan laporan ibu ya”
“Kamu nakal ya, cuma ada syaratnya lho supaya nggak dilaporin”
“Apa Tante, pokoknya tak lunasin dech” jawab saya bingung dan takut
“Kamu kunci kamar ini dan temenin Tante tidur malam terakhir ini, gimana?”

Wah bukan main senangnya saya dan cepat-cepat saya kunci pintu dan wow Tante Anna sudah membuka daster, tinggal CD putihnya saja

“Lho, kok bengong sini bobo”
“I Ya ”

Antara kagum dan nafsu jadi satu dech, melihat pemandangan yang bagus ini Dan Tante Anna menarik CD saya hingga lepas 

“Wah Kontolmu bengkok ya” puji Tante Anna sambil menindih saya

Lalu kami pun berciuman dengan lembut dan makin lama ciuman itu berubah menjadi saling jilat Tangan saya bergerilya meremas-remas kedua payudaranya dan Tante Annapun meremas dan menarik-narik ****** saya

“Ndi Emut Su Su Tante Ya” tersengal-sengal Tante Anna mengarahkan kepala saya pada payudaranya

Payudaranya yang putih saya emut, jilat dan gigit dengan perlahan sampai Tante Anna merintih-rintih, sementara tangan kanan saya ikut masuk dalam CD-nya dan mengusap-usap vagina Tante Anna yang mulai basah

“Terr Us Ndi Yang Baw Ah”

Saya teruskan, celana dalam putih itu saya tarik dan tampaklah vagina yang ditumbuhi bulu halus muncul, saya jilat, cairan putih semakin banyak, slrup Slrup Slrup begitu bunyinya saya hisap sampai kepala saya terjepit kaki Tante Anna yang udah mulai orgasme pertama

“Ndi Ganti Po Sisi ya?” tanya Tante tersengal-sengal sambil mengarahkan mulutnya ke ****** saya hingga posisi kami bergaya 69

Tante Anna betul-betul mahir mengulum dan menghisap sampai-sampai ****** saya gerakkan perlahan ke atas ke bawah seiring kulumannya dan saya pun tak kalah gesit menjilat dan menghisap cairan putih yang semakin banyak dari Tante Anna

“Gan Tian Tante di atas”

Lalu kami pun berubah posisi dengan saya di bawah dan Tante Anna di atas, sambil sedikit berjongkok Tante Anna membimbing ****** saya masuk vaginanya dan bless Cleep Cleep Cleep Begitu bunyinya akibat goyangan pantatnya yang semok dan sodokan ****** saya sampai-sampai buah zakar saya mepet dengan vaginanya 

“Sst Terr Ss Pegang Su Su Tante Ndi Sst”
“I Ya Tante Mmh ”
“Nach Gitu Remas Yaa ” Rintih Tante Anna karena kedua payudaranya saya remas dan kedua putingnya saya pelintir-pelintir

Keringat Tante Anna sudah mulai menetes bersamaan dengan keringat saya, sudah 15 menit kami melakukan sodokan dan goyangan yang hebat sampai ranjang itu berderit-derit menahan goyangan kami yang begitu liar seperti pengantin baru

“Tan Andi Mau Kel Uar Nich”
“Ben Tar Ndi Sst Sst Samaan Kelua Rrnya ya” perintah Tante pada saya yang sudah mau bobol saja rasanya dan kami pun mempercepat sodokan dan goyangan Cleep Cleep Cleep Dan akhirnya

“Sst Ce Pat Ndi Aakh ” Tante Anna memeluk saya sambil menggoyang-goyang pantatnya semakin cepat, jeritaannya bersamaan dengan semprotan saya dan Tante, croot, croot muncratlah air mani itu dalam vagina Tante

Tante Anna memeluk saya lemas dan kami pun berpelukan dalam keadaan bugil menikmati sensasi tersebut, saya dan Tante Anna bergumul sampai 3 kali malam itu

“Terima kasih ya ndi, udah lama Tante nggak ngewe kayak begini”
“Sama-sama Tante, Andi juga puas kok, kapan-kapan kalo Tante ke sini kita ngesex lagi ya”
“Beres, pokoknya ini rahasia kita berdua, OK!” jawab Tante Anna sambil mencium saya dengan lembut dan memberikan saya amplop

“Apaan ini Tante”
“Oh, uang jajan dari Tante dan Susi buat kamu”
“Terima kasih banyak lho Tante” jawab saya senang, sudah dapat tubuh tante en’ dapet uang lagi, yang besarnya kira-kira Rp 3 400 000,-

Lumayan lho pembaca untuk tour guide seperti saya yang nganterin Tante saya yang biseks bersama temannya selama lima hari.