Selasa, 19 Juni 2018

Cerita Sex Jeritan Aduhai Temanku Saat Pecah Perawan


LASKARQQJeritan Aduhai Temanku Saat Pecah Perawan - Gadis yang masih duduk di kelas 2 SMP ini memang sudah menampilkan kecantikan dan kemolekannya namanya Wulan, di sekolah dia sering membuat teman temannya untuk mengagumi kecantikan tubuhnya dan keseksian tubuhnya tubuh yang langsing dengan rambut panjang matanya bersayu sayu , tak hanya teman sekolahnya yang di buat merangsang tapi para guru guru dan penjaga sekolah juga bernafsu jika melihat tubuh Wuland an dari situlah ada rencana jahat yang telah disusun untuk bisa menikmati tubuh Wulan.

Hari sabtu tepatnya Wulan di panggil oleh pak Anton menyuruh penjaga sekolah untuk menemuinya di kantor,
“mba mba anda di panggil pak Anton untuk menghadap??
“kenapa ya pak, aku di panggil??? Aku di panggil
Akhirnya Wulan menurut,ia menuju ruangan pak Anton dengan dedi dibelakangnya.
dedi terus menatap tubuh Wulan dari belakang,terutama dibagian pantat yang masih tertutup rok biru itu.sungguh indah bentuknya.

Akhirnya Wulan sampai diruangan pak Anton.
“selamat siang pak!”sapa Wulan.
“selamat siang,oh kamu silahkan masuk.” jawab pak Anton.
Baru saja Wulan duduk,tiba-tiba dari belakang ada yang membekap mulutnya ternyata itu adalah pak jaka seorang satpam disekolah tersebut.seketika itu pula kepala Wulan terasa pusing,matanya mulai terasa berat hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.
“akhirnya kita dapet juga”.seru dedi.
“ayo cepat bawa dia”.sambung pak Anton.

Setelah beberapa saat tak sadarkan diri,akhirnya kesadaran Wulan mulai kembali,dia merasa berbaring ditempat yang empuk,tubuhnya masih lemas,serasa ada bau yang menyengat dari tubuhnya serta ada rasa lengket disana sini.hingga akhirnya dia sadar disekelilingnya ada pak Anton,pak jaka dan pak dedi yang sedang memainkan kontol mereka,dan rasa lengket dan aroma menyengat itu adalah sperma dari ketiga lelaki tersebut.
Wulanpun segera bangkit dan mencoba untuk lari,namun terlambat pak dedi segera menangkapnya dan menariknya kembali kematras.akibat tarikan pak dedi yang kuat,membuat beberapa kancing baju seragam Wulan terlepas.kontan saja langsung membuat lelaki yang melihatnya bernafsu.

Begitupun mereka bertiga,mereka langsung berebut untuk meremas toket Wulan yang baru saja tumbuh.mereka tak memperdulikan jeritan dan erangan Wulan yang merasa kesakitan karna toketnya diremas begitu kuat.
“wah,empuk banget nih susu..enak..bikin gemes aja deh”. Celoteh dedi.
“iya,pentilnya juga bagus,warnanya coklat muda”. Sambung pak jaka.
Kemudian pak Anton menarik bra Wulan yang sudah melorot itu untuk melepaskannya.

Kini toket mungil yang baru tumbuh itu benar-benar terlihat jelas.sepasang toket itu bergerak naik turun mengikuti tarikan nafas Wulan yang semakin berat.nampak baju seragam yang masih melekat kini basah oleh keringat Wulan dan juga bekas sperma ketiga pria tersebut.diwajahnya yang imut juga ada noda sperma yang bercampur dengan airmatanya.
Melihat toket yang begitu menggoda,pak jaka dan pak dedi berebut untuk menghisapnya,kini kedua toket Wulan menjadi santapan dta lelaki bejad yang tak berperasaan.sementara pak Anton sudah menyikap rok biru milik Wulan dan menurunkan celana dalamnya,
Dia begitu terperangah menyaksikan memek muridnya yang masih berupa garis lurus dan ditumbuhi sedikit rambut.pak jaka dan pak dedipun menghentikan aktiviasnya dan mencopot seragam smp milik Wulan.kini yang melekat ditubuh Wulan hanya rok biru yang kini melingkar dipinggulnya.
Kemudian pak jaka dan pak dedi mengangkat kaki Wulan dan menariknya hingga menyentuh toket Wulan dan membuat pantatnya terangkat.hal itu memudahkan pak Anton untuk menggarap memek Wulan.

Pertama pak Anton menjilati memek Wulan dan mulai menyentuh memek Wulan,jari-jari pak Anton berusaha membuka bibir memek Wulan.namun,tak nampak lubang disana ini membuktikan bahwa memek itu masih sempit dan perawan.
Perlahan pak Anton memasukan kedua jempol tangannya dan kembali membuka memek Wulan,kini lubang kecil mulai nampak kemudian pak Anton menyentuh klitoris Wulan dan lubang itu mulai membuka sedikit demi sedikit.pak Anton melanjutkan aksinya kini dia meludahi lubang memek Wulan yang mulai terbuka,air liur pak Anton langsung memenuhi lubang tersebut dan meleleh kebawah.
“sekarang waktunya sayang!”. Kata pak Anton sambil mengarahkan kontolnya kememek Wulan.
“jangan pak,tolong saya masih perawan,jangan pak…”. Pinta Wulan.

Namun itu tak menyurutkan niat ketiga bajingan itu.jaka dan dedi tak henti-hentinya meremas dan menyedot toket Wulan.
“min,susunya enak banget yah..kenyal banget!”. Komentar jaka.
“iya,tapi sayang belum keluar air susunya”. Balas dedi.
Pak Anton mulai menempelkan kontolnya dan bersiap untuk memperkosa Wulan.
“jangan pak…jangaaaann….!”. Jerit Wulan yang mulai merasakan kontol pak Anton masuk ke memeknya.
Namun,pak Anton tak memperdulikan itu.bahkan dia terus berusaha menanamkan kontolnya dimemek Wulan.
“gila nih memek,sempit banget…enaak..”. Erang pak Anton.

Wulan hanya bisa pasrah dan meneteskan air matanya.tiba-tiba Wulan menjerit keras.

“aaaahhh……sakiiiiit!!!”. Jerit Wulan.
Rupanya kontol pak Anton sudah masuk seutuhnya ke memek Wulan.sementara dia menghentikan gerakannya untuk memberi waktu kepada memek Wulan dan merasakan kehangatan memek muridnya.
Sementara pak dedi dan pak jaka masih asik memainkan toket mungil milik Wulan,puting Wulan yang baru tumbuh menjadi mainan yang tak membosankan.sementara tangan Wulan mereka gunakan untuk mengocok kontol mereka sambil sesekali memaksa Wulan untuk mengoral kontol mereka.

Wulan mulai merasakan pegal ditubuhnya apalagi dengan posisi kaki yang diangkat dan direntangkan lebar oleh pak Anton semakin membuat terasa pegal.
Sebelum pak Anton menggenjot memek Wulan,rupanya pak jaka dan pak dedi yang sedari tadi kontolnya dikocok oleh tangan lembut Wulan dan sesekali dihisap juga oleh mulut mungil Wulan,mulai merasakan orgasme.merekapun segera menumpahkan sperma mereka kewajah dan toket Wulan crot…crot…crot,bahkan pak jaka memaksa Wulan membuka mulut dan menumpahkan sebagian spermanya disana.
“gila kocokannya enak banget,tangannya lembut!”. Komentar dedi.
“iya,mulutnya juga enak buat nyepong”. Sambung pak jaka.

Akhirnya mereka menjauh dan memberi kesempatan kepada pak Anton untuk menggenjot memek Wulan. Cerita Dewasa
Pak Anton mulai menggerakan kontolnya perlahan,tentu saja ini membuat Wulan kesakitan dan merasa panas pada memeknya.
“ah,,,,sakiiittt…t!”rintih Wulan.
Namun pak Anton tak memperdulikannya,dia malah terus menambah kecepatan kontolnya hingga menimbulkan suara diantara alat kelamin mereka.toket Wulan berguncang tak tentu karena genjotan pak Anton.hal itu membuat pak Anton gemas kemudian mengambil seragam putih milik Wulan untuk mengelap toket Wulan yang penuh dengan sperma jaka dan dedi.setelah bersih pak Anton meremas toket kanan Wulan dan menghisap puting toket kiri Wulan.lama kelamaan pak Anton merasa kontolnya basah,rupanya Wulan sudah mencapai orgasme.

“wah,muridku keenakan ampe ngeluarin peju”. Celoteh pak Anton.
Mendengar itu Wulan langsung malu,wajahnya yang penuh sperma semakin membuat nafsu pak Anton meninggi.hingga akhirnya pak Anton merasa akan klimaks dan mempercepat gerakannya.

“aah…ahh…ahh…enaaak”. Lengkuh pak Anton.

Hingga beberapa detik kemudian pak Anton mencapai puncak dan menyemburkan banyak sekali sperma dimemek Wulan.sambil menuntaskan orgasmenya,pak Anton meremas toket Wulan dengan sekuat tenaga.hal ini membuat Wulan menjerit sejadi-jadinya.
“aaaahhh….sakit pak..udah..udah.. Cukup pak”jerit Wulan.
“diam kamu,telen aja semua peju bapak dimemekmu!”. Bentak pak Anton.
Akhirnya pak Anton terkulai lemas diatas tubuh Wulan.kaki Wulan yang sedari tadi diangkatpun kini sudah diturunkan.
Pak Anton benar-benar menggilai muridnya ini.kontolnya masih tertancap dalam memek Wulan dan mulai mengecil hingga akhirnya terlepas.

Nampak sperma bercampur darah mengalir dari memek siswi smp tersebut.kemudian pak Anton bangkit dan memaksa Wulan untuk mengoral kontolnya.

“ayo manis,bersihin kontolku yah..!perintah pak Anton.
Wulanpun dengan terpaksa membuka mulutnya dan mengemut kontol pak Anton.setelah itu,pak Anton mengambil rambut panjang Wulan yang juga basah oleh sperma untuk mengelus kontolnya.setelah puas,pak Anton mundur.namun penderitaan Wulan belum selesai,karena masih ada jaka dan dedi yang menunggu giliran mereka.

dedi segera merebahkan diri disebelah tubuh Wulan,kemudian jaka membopong Wulan dan menaruhnya diatas kontol dedi.kemudian mereka bekerja sama untuk memasukan kontol dedi ke memek Wulan.

“cepet sep,bantuin gue masukin kontol kememeknya Wulan”. Perintah dedi.
Akhirnya perlahan kontol itu menembus memek Wulan.Wulan yang sudah lemas pasrah saja mendapat perlakuan tersebut,sementara tubuhnya masih ditopang oleh jaka sambil jaka meremas toket Wulan.
dedi terus menyodok memek Wulan dari bawah,kemudian jaka yang sudah tidak sabar langsung mendorong tubuh Wulan hingga menempel ke dada dedi.

Yang terjadi selanjutnya adalah jaka berusaha menyodomi Wulan.pertama-tama dia membuka kaki Wulan lebar-lebar kemudian pantat Wulan yang bulat juga dibuka kemudian dijilatinya.setelah itu,jaka mulai memasukan jari telunjuknya keanus Wulan.tentu saja itu membuat Wulan kesakitan,apalagi masih ada kontol dimemeknya.
Setelah dirasa cukup,jaka mulai mengarahkan kontolnya kelubang anus Wulan yang sedang berada diatas tubuh dedi.merasa ada benda aneh yang masuk keanusnya kontan membuat Wulan kaget dan kesakitan.
“aduuuhh…sudaah..jangaaaann…!!!”. Jerit Wulan.

Tangispun kembali pecah,namun tak mengurangi nafsu kedua orang tersebut.kini tubuh gadis smp itu berada diantara dua tubuh lelaki yang sedang mengejar kenikmatan masing-masing.
Rambut Wulan yang panjang menjadi mainan baru untuk jaka.rambut yang basah oleh keringat itu dielus-elusnya.sementara tangan dedi terus meremas toket Wulan yang menempel didadanya.
mereka terus menggenjot tubuh Wulan yang sudah semakin lemah,hingga akhirnya mereka orgasme dan menumpahkan sperma dikedua lubang milik Wulan.

“ah,gue nyampeee..gila nih memek enak bangeett..!”. Jerit dedi.
“iya pantatnya juga semog legit!”. Sambung jaka.
Wulan hanya menangis dan berharap semua cepat berakhir.kontol jaka dan dedi masih betah ditempatnya merasakan kehangatan lubang milik Wulan.hingga akhirnya jaka bangkit dan mengangkat tubuh Wulan.
“sekarang giliranku!”. Ucap jaka seakan tak kenal lelah.

Tanpa basa-basi dia mengangkangi kaki Wulan dan segera menggenjot memeknya.tangannya tak henti-hentinya meremas toket Wulan sambil terkadang melumatnya.dia juga beberapa kali mencium bibir Wulan yang sensual dan juga leher jenjang milik Wulan.hingga akhirnya datanglah orgasmenya dan lagi-lagi memek Wulan menjadi tempat pembuangan sperma.

Kini mereka semua sudah lemas,nampak jelas terdengar hembusan nafas dari mereka.sudah lebih dari 3 jam mereka menggarap tubuh Wulan yang sudah tak berdaya.mereka juga memperkosa Wulan dengan posisi berdiri dan tubuh Wulan diapit ditengah.
Mereka juga menggantung tubuh Wulan secara terbalik dan memisahkan kaki kiri dan kanan sehingga memperlihatkan memeknya,mereka bergantian memasukan jari dan meludahi kedua lubang milik Wulan.

Tak hanya itu,mereka juga menyuruh Wulan push-up,sit-up dan kayang dalam keadaan bugil dan ada beberapa pensil menancap dimemek dan anusnya.setelah puas mereka memanggil anak buahnya yang tak lain adalah murid kelas 2 dan 3 yang terkenal bengal dan nakal.jumlah mereka ada 20 orang.

“wah,akhirnya kesampean juga ngentotin Wulan”ujar salah satu dari mereka.
“iya neh udah lama gue napsu ama nih anak apalagi kalo gue Wulant toketnya..rasanya pengen gue remes ampe pecah!”. Sambung yang lain.

Tubuh Wulan yang berdiri terikat tak bisa berbuat banyak
Dan akhirnya mereka bergantian menggenjot memek Wulan dan yang belum kebagian mengocok kontol mereka dan menyemburkan ditubuh Wulan.

Lutut Wulan terasa lemas.mungkin jika tangannya tak terikat dia sudah jatuh,kini memek Wulan sudah merah dan dipenuhi sperma.
Mereka melepas ikatan Wulan dan menelentangkannya dimatras dan kembali menggarapnya.
Sungguh,ini pengalaman yang sangat pahit bagi Wulan.gadis smp itu harus mengalami tindak kekerasan seksual dari guru dan teman-temannya.

Sejak saat itu,murid-murid yang sudah merasakan memek Wulan terus meminta “jatah” dari Wulan.bahkan seseorang dari mereka pernah memainkan memek Wulan disaat sedang pelajaran.tentu saja sang guru tak curiga karna dia adalah pak Anton.Wulan juga sering disuruh mengoral atau mengocok kontol mereka.

kini,entah bagaimana nasib Wulan.karna tak kuat dengan semua itu,perlakuan mereka yang terakhir sungguh tak manusiawi.mereka menelanjangi Wulan ditengah lapangan setelah bubar sekolah,mereka juga memaksa Wulan bermain basket tanpa sehelai benangpun.

Disela-sela ia main basket ada saja pria yang menggerayangi tubuhnya bahkan memperkosa Wulan dalam posisi berdiri.setelah itu,mereka membaringkan tubuh bugil Wulan ditengah lapangan dibawah terik matahari dan tongkat satpam dimemeknya.para pria mengocok kontol mereka dan memuntahkan sperma ditubuh Wulan,bahkan ada yang mengencingi dia.sekarang Wulan pergi entah kemana.



Senin, 11 Juni 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Tante Lala Sang Ratu Nafsu


LASKARQQNgentot Dengan Tante Lala Sang Ratu Nafsu - Perkenalkan nama saya Lala diusiaku yang 40 tahun ini birahi sexsualku seakan akan bertambah, perkejaanku sebagai ibu rumah tangga setiap paginya bersih bersih rumah, sehabis bersih bersih biasanya melihat acara TV, kalau acaranya tidak ada yang bagus tiduran dikamar tidur, itulah keseharianku sebagai ibu rumah tangga.

Setelah merebahkan badanku beberapa lam ternyata mata ini tidak mau terpejam. Rumah yang besar ini terasa sangat sepi pada saat-saat seperti ini. Maklum suami bekerja di kantornya pulang paling awal jam 15.00 sore, sedang anakku yang pertama kuliah di sebuah PTN di Bandung.

Anakku yang yang kedua tadi pagi minta ijin untuk pulang sore karena ada acara extrakurikuler di sekolahnya. Sebagai seorang istri pegawai BUMN yang mapan aku diusia yang 45 tahun mempunyai kesempatan untuk merawat tubuh.

Teman-temanku sering memuji kecantikan dan kesintalan tubuhku. Namun yang sering membuatku risih adalah tatapan para lelaki yang seolah menelanjangi diriku. Bahkan temen-teman anakku sering berlama-lama bermain di rumahku.

Aku tahu seringkali mata mereka mencuri pandang kepadaku. Rumahku terletak di pinggiran kota S, kawasan yang kami huni belum terlalu padat. Halaman rumahku memang luas terutama bagian depan sedang untuk bagian samping ada halaman namun banyak ditumbuhi pepohanan rindang.

Kami membuat teras juga disamping rumah kami. Sedang kamar tidurku dan suamiku mempunyai jendela yang berhadapan langsung dengan halaman samping rumah kami. Belum sempat memejamkan mata aku terdengar suara berisik dari halaman samping rumahku.

Aku bangkit dan melihat keluar. Kulihat dua anak SMP yang sekolah didekat rumahku. Mereka kelihatan sedang berusaha untuk memetik mangga yang memang berbuah lebat. Tentu saja kau sebagai pemilik rumah tidak senang perilaku anak-anak tersebut.
Bergegas aku keluar rumah. Seraya berkacak pinggang aku berkata pada mereka, “Dik, jangan dipetik dulu nanti kalau sudah masak pasti Ibu kasih”. Tentu saja mereka berdua ketakutan. Kulihat mereka menundukkan wajahnya.

Aku yang tadi hendak marah akhirnya merasa iba. “Nggak apa-apa Dik, Ibu hanya minta jangan dipetik kan masih belum masak nanti kalau sakit perut bagaimana” aku mencoba menghibur. Sedikit mereka berani mengangkat wajah.

Dari dandanan dan penampilan mereka kelihatan bahwa mereka anak orang mampu. Melihat wajah mereka mereka yang iba akhirnya aku mengajak mereka ke dalam rumah. Aku tanya kenapa pada jam-jam belajar mereka kok ada diluar sekolah ternyata pelajaran sudah habis guru-guru ada rapat.

Setelah tahu begitu aku minta mereka tinggal sebentar karena mungkin mereka belum dijemput. Iseng-iseng aku juga ada teman untuk ngobrol. Benar dugaanku mereka adalah anak-anak orang kaya, keduanya walaupun masih kecil namun aku dapat melihat garis-garis ketampanan mereka yang baru muncul ditambah dengan kulit mereka yang putih bersih.

Yang satu bernama Doni yang satunya lagi bernama Rio. Ketika ngobrol aku tahu mata-mata mereka sering mencuri pandang ke bagian dadaku, aku baru sadar bahwa kancing dasterku belum sempat aku kancingkan., sehingga buah dadaku bagian atas terlihat jelas.

Aku berpikir laki-laki itu sama saja dari yang muda sampai yang tua. Semula aku tidak suka dengan perilaku mereka namun akhirnya ada perasaan lain sehingga aku biarkan mata mereka menikmati keindahan payudaraku.

Aku menjadi menikmati tingkah laku mereka kepada diriku. Bahkan aku mempunyai pikiran yang lebih gila lagi untuk menggoda mereka, aku sengaja membuka beberapa kancing dasterku dengan alasan hari itu sangat panas.

Tentu saja hal ini membuat mereka semakin salah tingkah. Sekarang mereka bisa melihat dengan leluasa.
“Hayoo.. pada ngliatin apa!”, Aku pura-pura mengagetkan mereka.

Tentu saja ini sangat membuat mereka menjadi sangat salah tingkah.

“Ti.. dak.. kok.. Bu Lala” Doni membela diri.

“I.. itu acara TV bagus Bu Lala” Rio menambahkan.

“Nggak apa-apa Ibu tahu kalian melihat tetek Ibu to.. ngaku aja” aku mencoba mendesak mereka.

“E.. Anu Bu Lala” Rio nampak akan mengatakan sesuatu, namun belum lagi selesai kalimat yang diucapkannya aku kembali menimpali,

“Mama kalian kan juga punya to, dulu kalian kan netek dari Mama kalian
“I.. ya Bu Lala”

Doni menjawab. “Tapi sekarang kami kan sudah nggak netek lagi, lagian punya Mama lain ama punya Bu Lala” Cerita Dewasa
Rio nampaknya sudah mampu menguasai keadaannya.

“Lain bagaimana?” Aku menanyakan.

“Punya Mama nggak sebesar punya Bu Lala” Doni menyahut.

Kata-kata tersebut membuat aku berpikiran lebih gila lagi.

Gairahku yang semakin meninggi sudah mengalahkan norma-norma yang ada, aku sudah kehilangan kendali bahwa yang ada di depanku adalah anak-anak polos yang masih bersih pikirannya.

Aku menarik kursi kehadapan mereka.

“Doni, Rio kalian mungkin sekarang sudah nggak netek lagi karena kalian sudah besar kalian boleh kok..” aku berkata.
Tentu saja kata-kataku ini membuat mereka penasaran.

“Boleh ngapain Bu Lala” sergah Doni.

“Boleh netek sama Ibu, kalian mau nggak..?” tanyaku walau sebenarnya aku sangat sudah tau jawaban mereka.
“E.. ma.. u” jawab Rio.

“Mau sekali dong” Doni menyahut.

Jawaban mereka membuat aku semakin bergairah. Aku berpikiran hari ini aku akan mendapatkan sensasi dari pria-pria muda ini.
Aku duduk dihadapan mereka kemudian dengan agak tergesa aku melepaskan daster bagian atasku sehingga kini bagian atas tubuhku hanya tertutupi BH warna krem. Sepertinya mereka sudah tidak sabaran lagi terlihat dari tangan-tangan mereka yang mulai menggerayangi susuku.

Aku menjadi geli melihat tingkah mereka. “Sabar sayang.. Ibu lepas dulu kutangnya” sambil tersenyum aku berkata. Setelah aku melepas kutang, tumpahlah isinya, sekarang buah dadaku terbuka bebas. Mata mereka semakin melotot memandangi payudaraku.
Tampaknya mereka bingung apa yang harus mereka lakukan.

“Ayo dimulai kok malah bengong” aku menyadarkan mereka.

Mereka bangkit dari duduknya. Tangan mereka kelihatan berebut untuk meremas.

“Jangan rebutan dong.. ah.. Doni yang kiri.. e yang kanan” perintahku.

Birahiku semakin meninggi, sementara Doni sudah mulai mendekatkan bibirnya ke putingku Rio masih membelai sambil dipilin-pilin putingku. Rio mulai mengisap-isap putingku.

Oh betapa seakan perasaanku melayang ke awan, apalagi ketika mereka berdua mengisap secara bersamaan nafasku menjadi tersengal. Tanganku membelai kadang agak sedikit menjambak sambil menekan kepala mereka agar lebih dalam lagi menikmati buah dadaku.

Mereka semakin menikmati mainan mereka aku semakin terhanyut, aku ingin lebih dari hanya ini. Aku semakin lupa. Ketika baru nikmat-nikmatnya tiba-tiba Rio melepaskan isapannya sambil berkata,

“Bu Lala kok nggak keluar air susunya?”.

Aku kaget harus menjawab apa akhirnya kau menjawab sekenanya

“Rio mau nggak, kalo nggak mau biar Doni saja.. mau nggak?”

“Mau..” Rio langsung menyahut.

Doni tidak menggubris dia semakin lahap menikmati buah dadaku.
Akhirnya aku ingin lebih dari sekedar itu.

“Don.. Rio.. ber.. henti dulu..” aku meminta.

“Ada apa Bu Lala?” Doni bertanya.

“Kita ke kamar saja yuk.. disini posisinya nggak enak” jawabku.

Kemudian aku berdiri tentu saja daster yang aku pakai merosot kebawah. Mata mereka menatap tubuhku yang sintal dengan penuh nafsu.

“Ayo..” aku mengajak.

Aku berjalan ke kamarku hanya menggunakan celana dalam yang berwarna hitam yang kontras dengan kulitku yang putih. Seperti kerbau dicocok hidungnya mereka mengikuti diriku. Sampai di dalam kamar aku duduk di sisi ranjang.

“Don.. Rio.. sayang lepas saja seragam kalian” pintaku.

“Tapi Bu Lala” Rio masih agak ragu.

“Sudahlah turuti saja” aku menyahut.

Dengan malu-malu mereka mulai melepas baju dan celana seragam mereka. Tampaklah kontol-kontol dari pria-pria muda itu sudah ngaceng.

Rambut kemaluan mereka tampak belum tumbuh lebat, sedang batang kemaluannya belum tumbuh benar masih agak kecil.
Namun melihat pemandangan ini libidoku semakin naik tinggi.

“Bu Lala curang..” Rio berkata.

“Kok curang bagaimana?” aku bertanya.

“Bu Lala nggak melepas celana Ibu!” Rio menjawab.

Gila anak ini, aku tersenyum kemudian bangkit dari dudukku. Celana dalamku kemudian aku lepaskan. Sekarang kami bertiga telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Tatapan mereka tertuju pada benda yang ada dibawah pusarku.

Bulu yang lebat dan hitam yang tumbuh menarik perhatian mereka. Aku duduk kembali dan agak meringsut ke rangjang lalu menaikkan kakiku dan mengangkangkannya. Memekku terbuka lebar dan tentu saja terlihat isi-isinya.
Mereka mendekat dan melihat memekku.

“Ini namanya memek, lain dengan punya kalian” aku menerangkan.

“Kalian lahir dari sini” aku melanjutkan. Tangan mereka mengelus-elus bibir kemaluanku. Sentuhan ini nikmat sekali.

“Ini kok ada lobang lagi” Doni bertanya.

“Lho ini kan lobang buat beol” aku agak geli sambil menerangkan.

Jari Doni masuk ke lobang vaginaku dan bermain-main di dalamnya. Cairan-cairan tampak semakin membanjiri liang vaginaku.
Sementara jari Rio kelihatannya lebih tertarik lubang duburku. Jari Rio yang semula mengelus-elus lobang dubur kemudian nampaknya mulai berani memasukkan ke lobang duburku. Aku biarkan kenikmatan ini berlangsung.

“Ouw.. a.. duh.. e.. nak.. sekali.. nik.. mat.. sa.. yang.. terr.. us” aku merintih.

Pria-pria muda ini agak lama aku biarkan mengobok-obok lobang-lobangku. Sungguh pria-pria muda ini memberiku kenikmatan yang hebat. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku tanpa bisa berkata-kata hanya rintihan dan nafas yang tersengal-sengal.
Akhirnya aku mendorong mereka aku bangkit dan menghampiri mereka yang berdiri di tepi ranjang. Aku berjongkok dihadapan mereka sambil kedua tanganku memegang diiringi dengan remasan-remasan kecil pada penis mereka. 

Aku mendekatkan wajahku pada penis Doni aku kulum dan jilati kepala penis muda nan jantan ini. Tampak kedua lutut Doni tergetar. Aku masukkan seluruh batang penis itu kedalam mulutku dan aku membuat gerakan maju mundur.

Tangan Doni mencengkeram erat kepalaku. Sementara tanganku yang satu mengocok-kocok kontol Rio.

“Bu Lala.. say.. ya.. ma.. u.. ken.. cing..” Doni merintih.

Tampaknya anak ini akan orgame aku nggak kan membiarkan hal ini terjadi karena aku masih ingin permainan ini berlanjut. Kemudian aku beralih pada penis Rio.

Tampak penis ini agak lebih besar dari kepunyaan Doni. Aku mulai jilati dari pangkal sampai pada ujungnya, lidahku menari di kepala penis Rio.

Aku tusuk-tusuk kecil lobang perkencingan Rio kemudian aku masukkan seluruh batang penis Rio. Jambakan rambut Rio kencang sekali ketika aku semakin mempercepat kulumanku.

“Wouw.. a.. ku.. ju.. ga.. mo.. ken.. cing.. nih” Rio merintih.

Aku hentikan kulumanku kemudian aku bangkit dan naik ke atas ranjang lalu aku kangkangkan kakiku lebar-lebar sehingga memekku terbuka lebar.

“Siapa duluan sayang, itu tititnya dimasukkan ke sini” aku berkata sambil tanganku menunjuk ke lobang vaginaku yang nampak sudah basah kuyup.

Mereka berpandangan, tampaknya membuat persetujuan. Dan akhirnya Doni duluan yang akan menusukku. Doni naik ke atas ranjang dan mengangkangiku tampak penis yang tegang mengkilat siap menusuk lobang yang pantas menjadi neneknya.

Aku tuntun penis Doni masuk ke lobang kenikmatanku. Aku tuntun pria muda ini melepas keperjakaannya, memasuki kenikmatan dengan penuh kasih. Dan bless.. batang zakar Doni amblas ke dalam vaginaku.

“Ah..” aku mendesis seperti orang kepedasan

“Masukkan.. le.. bih.. da.. lam lagi.. dan genjot.. say.. ang” aku memberi perintah.

“Iya.. Bu Lala.. e.. naak.. se.. kali” Doni berkata. Aku hanya bisa tersenyum sambil menggigit bibir bagian bawahku. Tampaknya Doni cepat memahami perkataanku dia memompa yang ada dibawahnya dengan seksama.

Genjotannya semakin lama semakin cepat. Rio yang menunggu giliran hanya tertegun dengan permainan kami. Genjotan Doni kian cepat aku imbangi dengan goyanganku. Dan tampaknya hal ini membuat Doni tidak kuat lagi menahan sperma yang akan keluar.
Dan akhirnya “Sa.. ya.. mo.. ken.. cing.. la.. gi.. Tak.. ta.. han.. la.. gi..” Doni setengah berteriak. Kakiku aku lipat menahan pantat Doni. Doni merangkul erat tubuhku dan.. cret.. cret.. ser.. cairan hangat membajiri liang kewanitaanku.

Doni terkulai lemas diatas tubuhku, butiran-butiran keringat keluar dari sekujur tubuhnya.

“Enak.. se.. ka.. li Bu Lala” Doni berkata.

“Iya.. tapi sekarang gantian Rio dong sayang” aku berkata.

Doni mencabut penisnya yang sudah agak mengempis dan terkapar lemas disampingku. “Rio sekarang giliranmu sayang” aku berkata kepada Rio

“Kamu tusuk Ibu dari belakang ya..”aku memberi perintah. Kemudian aku mengambil posisi menungging sehingga memekku pada posisi yang menantang. Rio naik ke atas ranjang dan bersiap menusuk dar belakang.

Dan bless.. penis pria muda yang kedua memasuki lobang kenikmatanku yang seharusnya belum boleh dia rasakan seiring dengan melayangnya keperjakaan dia. Tampaknya Rio sudah agak bisa menggerakkan tubuhnya dengan benar dari dia melihat permainan Doni.

Rio menggerakkan maju mundur pantatnya. Aku sambut dengan goyangan erotisku. Semakin lama gerakan Rio tidak teratur semakin cepat dan tampaknya puncak kenikmatan akan segera diraih oleh anak ini.

Dan akhirnya dengan memeluk erat tubuhku dari belakang sambil meremas susuku Rio mengeluarkan spermanya.. cret.. cret.. lubang vaginaku terasa hangat setelah diisi sperma dua anak manis ini.

Rio terkapar disampingku. Dua anak mengapitku terkapar lemas setelah memasuki dunia kenikmatan. Aku bangkit dan berjalan ke dapur tanpa berpakaian untuk membuatkan susu biar tenaga mereka pulih.

Setelah berpakaian dan minum susu mereka minta ijin untuk pulang. “Doni, Rio kalian boleh pulang dan jangan cerita kepada siapa-siapa tentang semua ini, kalian boleh minta lagi kapan saja asal waktu dan tempat memungkinkan” aku berkata kemudian mencium bibir kedua anak itu.

Aku memberi uang jajan mereka masing-masing 50.000 ribu. Dan sampai saat ini mereka telah kuliah, aku masih sering kencan dengan mereka. Aku semakin sayang dengan mereka.

Sabtu, 09 Juni 2018

Cerita Sex Terbaru Saat Diriku Sungguh Keseruan Berselingkuh Di Hotel


LASKARQQKali ini admin akan memberikan anda sebuah Cerita Seks Saat Diriku Sungguh Keseruan Berselingkuh Di Hotel. Jangan kemana-mana sebelum anda selesai membaca cerita ini biar anda bisa melakukan coli klimaks.

Aku seorang ibu rumah tangga biasa namaku Delia setiap hari aku berada di rumah, akhirnya akupun mencari kesibukan dengan banyak berkumpul dengan para wanita sosialita. Sebenarnya hidupku tidak sepi-sepi amat karena aku tinggal di rumah keluarga suamiku, ada kedua mertuaku yang masih sibuk bekerja juga di perusahaannya sendiri. Juga anakku yang kini sudah dua orang Nana 3 tahun dan Dika 12 tahun.

Akupun memiliki suami mas Imran yang bertanggung jawab pada keluarga, diapun begitu hot memuaskan aku di dalam melakukan hubungan intim layaknya dalam adegan cerita sex paling hot, tapi akupun menghianatinya juga. Mungkin aku terbawa pergaulan dengan teman-temanku yang menganggap selingkuh sudah di anggap hal yang biasa bahkan katanya membuat kita lebih bergairah menjalani kehidupan ini.

Tepat di usia pernikahanku yang ke 12 tahun aku menghianati suamiku, dan bukan dengan orang lain melainkan dengan orang rumah juga. Meskipun dia tidak ada hubungan darah dengan keluarga suamiku tapi dia tinggal di rumah besar ini juga. Namanya mas Soni dia merupakan sopir keluarga, setiap hari kerjanya mengantar orang rumah ke kantor dan kembali lagi ke rumah sampai tenaganya di butuhkan.

Oleh karena itu mas Soni selalu berada di rumah setiap hari, karena aku selalu sibuk dengan arisan dan juga acara kumpul-kumpul dengan teman-temanku akhirnya mas Soni yang sering mengantarku. Awal mula aku tertarik padanya ketika aku meminta dia untuk masuk kedalam ruangan tempat kami mengadakan acara, saat itu dia membawakan barang yang akan aku bawa.

Tapi di dalam semua pada heboh bilang “Aduuh jeng Delia suaminya cakep banget jeng..” Aku kaget dan hendak mengklarifikasi tapi ketika semua berkata seperti itu akhirnya akupun hanya tersenyum saja “Mas boleh kenalan tidak..?” Kata jeng Vika pada mas Soni dan aku lihat mas Soni begitu tersipu malu di buatnya dan ketika aku melihatnya dengan seksama dia memang begitu cakep dan gagah.

Sejak hari itu aku selalu memperhatikan mas Soni bahkan aku seperti wanita yang kesepian, yang haus akan adegan cerita sex. Padahal kehidupan seks dengan suamiku masih sama seperti dulu, tapi akhir-akhir ini aku sering melamunkan mas Soni bahkan tidak jarang aku membayangkan melakukan adegan cerita hot bersamanya. Aku benar-benar terhipnotis pada mas Soni.

Lama kelamaan akupun tidak mampu membendungnya segala cara aku coba untuk mengambil hatinya “Mas Soni beli aja buat keluarganya…” Kataku sembari tersenyum ketika kami sedang berada di sebuah toko pakaian di salah satu mal “Saya belum menikah bu…” Wiihhh mendengar dia berkata seperti itu akupun menjadi lebih senang lagi akhirnya akupun membelikannya baju yang pas buat dia.

Untuk melancarkan aksiku aku bukan cuma membelikannya baju tapi juga sering curhat sesuatu yang gak penting padanya, sampai akhirnya kamipun menjadi begitu dekat tapi kemudian aku sadar kalau aku harus bersikap wajar di depan mereka semua. Karena pernah sekali ketika aku melewati dapur secara tidak sengaja aku mendengar Lilis pembantuku yang genit.

Berkata seperti ini pada mas Soni “Mas Soni kok deket sama bu Delia.. jangan ada apa-apa ya..” Soni langsung menjawab “LIs..kamu ini apa sih..jangan fitnah gitu lho” Kata mas Soni marah dan mbok Sinah pembantuku yang lain berkata “Huuss..kamu tuh LIs.. awas kedengaran majikan di pecat kamu..” LIlis manggut-manggut sambil manyun “Ya..iya Lilis kan cuma bercanda..”.

Karena aku mengubah sikapku pada Soni di depan mereka akhirnya merekapun tidak pernah mencurigai aku suka pada mas Soni. Sampai pada suatu ketika aku sedang ada acara di luar kota dan harus menginap setelah aku pamit pada suamiku dia memutuskan untuk menyuruhku membawa sopir sendiri dan Soni menjadi pilihannya untuk mengantarku aku senang mendengarnya.

Dengan penuh semangat akupun pergi dengan Soni, setelah melakukan perjalan selama kurang dari 6 jam kamipun sampai. Aku istirahat di hotel tempat aku menginap aku beda kamar dengan Soni, tapi setelah terbangun dari tidur istirahatku akupun segera mandi dan keluar memesan makanan ke dalam kamar hotel sekaligus melancarkan aksiku untuk berdua dengan mas Soni aku sengaja memesan untuk dua orang.

Setelah aku telpon dia untuk datang ke kamarku, diapun datang dan menyantap makanan yang telah aku pesan. Setelah itu kami mengobrol berdua sampai akhirnya aku dapat membuat gairah mas Soni bangkit, ketika aku mendekatkan tubuhku padanya diapun langsung agresif dengan memelukku lalu mecium bibirku kamipun saling pagut dengan mesra dan gairah kami berdua sama-sama memuncak.

Tanganku melingkar di lehernya “Aaaaggggggghhh… aaaaagggghhhh… aaaaggghhhh… aaaggghhh..” Aku mencoba mendesah tepat di telinganya hingga diapun semakin terangsang “Ooouugggggghh… maaaas… aaaggggghhh…. aaaaaggghhhhh… eeeeuuummmmmhhhppppp….. aaaaggggghhhhh…” Desahku tanpa menghiraukan apapun lagi aku begitu menikmatinya.

Hingga tidak terasa kini tubuhku sudah dalam keadaan telanjang dan mas Soni sudah menindihku “Aku masukin ya sayaaang…. eeeehhhhhggggg…” Dia masih bertanya lirih padaku “Iyaaaa maaas.. ayyoooo… aaaaggggghhhh…. aaaaggghhhh… aaaaaaggggghhh… aaaaagggghhhh..” Kataku sembari langsung mendesah begitu dia bergoyang di atas tubuhku yang sudah menggeliat.

Bagai pemain dalam adegan cerita hot kami terus berburu “OOouuuuggggghhh… aaaagggghh… aaagggghhh… maaaaas… aaagggghhhh… aaaaagggghhhh… aaaagggghhh.. ” Diapun sama-sama menikmati adegan seks ini, di tambah aku semakin hot ikut menggoyangkan tubuhku juga karena benar kata teman-temanku melakukan hubungan intim dengan selingkuhan lebih nikmat rasanya.

Tidak lama kemudian kamipun sama-sama mendesah dan mengerang dengan kerasnya “OOouuuggggghhhh…. aaaaaaggggghh… aaaaagggghhh… aaaaghh.. sa.. saaayaaang… aaagggh… aaaaagggggghhhhh…” Kamipun berdua sama-sama terpuaskan berulang kali mas Soni menciumku dan akupun senang dia melakukan hal itu kini tubuh kami sudah basah bersimbah keringat.

Sungguh aku begitu puas melakukan adegan cerita sex ini dengan mas Soni, selama 3 hari kami melakaukan hal itu. Meskipun masih terasa kurang tapi akhirnya mas Soni mengajaku pulang dia bilang takut ada yang curuga dengan hubungan kami. Dia memintaku untuk merahasiakan hal ini dan dia berjanji akan selalu ada untukku dan sampai detik ini kami masih berhubungan secara backstreet.

Minggu, 03 Juni 2018

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tante Semokku Saat Sedang Masak di Dapur

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tante Semokku Saat Sedang Masak di Dapur

LASKARQQ - Kali ini ADMIN akan menceritakan Cerita Sex ketika diriku ngentot dengan tanteku yang semok saat sedang masak di dapur. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Namaku Farel, Usiaku 27 tahun. Cerita seksku gak bakal terlupakan saat aku masih duduk di bangku sekulah. Waktu aku SMK dulu aku di titipkan di rumah Tante Indri, Tante Indri ini adalah adek dari Ibuku Kandung, Dia cantik dan tubuhnya seksi bikin semua pria yang liat pasti pengen segera berhubungan seks dengannya begitu pun aku.

Tanteku Indri udah gak punya suami, dia bercerai tiga tahun yang lalu, dia di rumah dengan anak-anaknya dan dia adalah sosok perempuan yang bekerja keras, Dia mempunyai toko Butik di daerah Bandung. Anaknya dua anak pertama udah SMP kelas satu dan yang kedua masih SD kelas tiga. Meskipun umurnya sekitar 38 tahun, tanteku ini masih saja kelihatan seksi. Dia merawat tubuhnya dan dia suka olahraga senam.

Buah dadanya besar, pinggulnya yang bahenol perutnya kecil aduh deh pokoknya. Dan gak kelihatan sama sekali kalau dia mempunyai anak dua. Kejadian seksku dengan Tanteku sendiri dengan keadaan tidak di sengaja, Saat itu anak-anaknya pada masih sekulah dan Tanteku lagi di dapur sedang masak, kebetulan hari itu aku pulang sekulah lebih awal karena bapak ibu guruku sedang ada rapat. Saat itu Tanteku di rumah tokonya sedang libur, karena depan tokonya lagi ada perbaikan jalan.

Sepulang sekolah aku melihat Tante Indri sedang masak didapur, dia sedang asyik memasak. Lalu aku tanya kepada Tante Indri,

“Tante Indri, belum belum matang ya masakanya,?” tanyaku sambil nahan lapar.

“Belum Rel, sabar bentar ya, ini Mbak yem (pembantu tanteku) Izin pulang tadi pagi, jadi aku yang masak dan masak seadanya, masalhnya tadi gak belanja,” Jawab Tante Indri.

Aku melihat tanteku sedang masak sampai di ngeluarin keringat banyak, Entah kenapa aku tiba-tiba saat memandang Tanteku beda, dia malah kelihatan cantik sekali di hadapanku. Saat itu dia hanya menggunakan kaos pendek dan celana pendek jadi pinggul dan Buah dadanya kelihatan menonjol sekali dan gede, sampai kalau aku memndangnya dari belakang pinggulnya kelihatan seksi dan gede. Disitu dipikiraku kotor sekali.

‘Ada yang saya Bantu Tante,? “tawaranku.

“ Iya boleh sini,,,” Tanteku.

Aku berjalan menuju dapur eh tiba-tiba keran yang buat cuci piring terlepas, padahal tidak di pakai. Langsung air itu ternyata menyemprot Tanteku sampai sebagian bajunya basah dan airnya deras sekali karena Tante indri di sebelahnya, lalu Tanteku minta tolong sambil aku jalan menuju dapur,

“Auu Rel,,,gimana nih,,? Tante Indri sambil panik.

Dan Tante Indri sambil membungkuk karena tanganya harus menutup saluran air tadi yang bocor atau terlepas. Terlihat sekali dari belakang dan baju celananya hampir basah kuyup, dan sesekali aku memandang pantatnya yang guedee. Sampai celana dalamnya terlihat lebih jelas karena celananya yang sedeikit basah.

Lalu aku membantu dan menutup saluran air itu pakai tanganku. Tanpa aku sadar aku memeluknya dari belakang dan aku tidak bisa membayangkan itu, karena penisku yang nempel pada pantatnya tiba-tiba penisku terbangun. Hingga pikiran kotorku mulai lagi.

“Gimana ini Rel,?” tanya Tanteku, dan aku masih memeluknya dari belakang.

“aku juga bingung Tante,”. Jawabku.

Saat itu, terkadang Tanteku sedikit bergerak lalu penisku yang nempel di pahanya semakin keras dan tegak, dan aku tidak bisa menahan nafsu birahiku. Aku mencoba melepas tanganku yang satu dari saluran itu dan aku gak bisa nahan nafsuku lalu aku bergeser di sebelah Tanteku,

“Waduh gak ada yang bisa buat nutup Tante, apa aku carikan bentar ya,” Aku.

“Ya sana cepetan, Tante sudah capek ni nutupin kayak gini terus,” jawab Tante.

Kemudian tanpa pikir panjang, aku memeluknyadari belakang dan langsung meremas remas pahanya dan celana berusaha aku lepaskan. karena Tante Indri pakai celana leging jadi aku melepaskan celananya mudah sekali dan basah kuyup oleh air,

“Ehh..jangan kurangajar kamu Rel,” Ujar Tante Indri.

Tanpa sadar Tante Indri melepas pegangan tanganya yang disaluran air untuk menahan tanganku yang masih berusaha melepaskan celana dalamnya. Air sampai menyembur lagi.

“Tolong Rel jangann.. aku ini Tantemu”.

Aku bringas tanpa mengenal bahwa yang aku ginikan bahwa ini tanteku sendiri, dan aku melepas celananya sampai celana dalamnya aku lepas juga. setelah aku lepasi celananya aku langsung jongkok. Aku lalu merema-remas pantatnya yang besar dan mencari liang senggamanya. Lalu aku jilati pakai lidahku sampai menyentuh memeknya.

“Auuuhhhhhh.. Rel.. aaaaahh..”.

“Ternyata membuat Tanteku bergairah,” Dalam hatiku..

kakinya aku lebarkan sedikit biar aku leluasa menciumi atau menjilati memeknya, semaki jilatanku sampai klitorisnya pun aku mainkan pakai jilatanku yang hebat membuat tanteku bergairah hebat, dan tanteku tidak ada kata-kata penolakan atau menolak saat aksiku ini. yang ada malah tubuhnya semakin di gerakan oleh Tante Indri mungki udah terangsang hebat, dan tanteku merintih,

“Ahhhhhhhhhhh.. aouhh.. Rel ..Ohhhhhhh rintihan keras, rupanya tanteku ternyata mencapai orgasme.

Tubuhnya langsung bergerak hebat dan tanpa disengaja pegangannya di saluran air terlepas.
karena udah tidak ada penolakan terhadapku, lalu aku bermaksud menutup saluran air itu pakai plastik. Akhirnya aku tutup pakai plastik dan agak mending airnya cuma menetes tidak terlalu kencang. Lalu aku mulai aksiku lagi terhadap Tante Indri, aku dekati dan kuciumi lehernya, lalu kuciumi mulutnya yang merah, sambil tanganku meremas-remas buah dadanya yang besar, setelah aku ciumi lehernya aklu lepaskan bajunya yang basah dan Bhnya, aku langsung bringas menciumi menjilat putingnya yang besar dan kukulum-kulum sampai Tante Indri merintih lirih,

“Oohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.,”

Rintihan Tante Indri membuatku gak sabar, langsung keadaan masih berdiri aku suruh Tante indri duduk di atas atau tempat masak, aku singkirkan panci-panci dan perlengkapan masak lainya, dan sudah selesai menyingkirkan perlengkapan masak aku nyuruh Tante Indri duduk, dan ku lebarkan kedua kakinya, lalu aku masukkan batang penisku ke rumah memeknya Tante Indri dan akhirnya ,

“Blesssssssssssssssssssssss”

Aku masukan batang penisku dan rasanya hangat dan kenyal sekali.

Lalu aku memulai gerakanku maju mundur sambil tanganku yang kiri meremas buah dadanya Tante Indri,

“Aahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..terus sayang..yang cepat aouhh.. ahh.. terus sayang” Tante Indri mendesah keenakan.

Dan aku masih menggerakan gaya mundurku terus dan sampai agak keras dikit, setelah
kira-kira 15 menitan aku mau menuju kenikmatan atau menuju klimaks, gerakanku semakin hebat lagi dan keras sekali aku mencium bibirnya hingga aku gigit bibinya yang seksi dan tanganaku sambil meremas buah dadanya dan,

“Ahhhhhhhhhhh.. oooooooohh..” erang tanteku,

Ciumanku sampai terlepas dan,

“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……Crotttttttttttttttttttttttttttttt..crotttttttttttttttttttttttt…crotttttttttttttttttttttttttttt”

Keluar air maniku sampai membanjiri memeknya Tante Indri saat aku mau klimaks sampai mencengkeram bahuku karena gerakanku yang sangat keras dan hebat.

Akhirnya kami berdua terkulai lemas. Kudiamkan dulu penisku yang masih ada didalam memeknya. Dan kulihat sedikit lelehan air maniku yang keluar dari memeknya Tante Indri.

Akhirnya kami tersadar dari dosa, tanteku mendorongku.


“Kamu nakal Rel, berani sekali kamu berbuat seperti ini denganku,”.

“Tapi Tante kan juga menikmatinya,? jawabku.

Tanpa berkata apa-apa, dia kemudian turun, lalu memakai celana dalamnya yang basah kemudian berlalu kekamar mandi. Aku berusaha mengejarnya tapi dia sudah lebih dulu masuk kamar mandi dan menguncinya.